pulang dari tempat Ardi nongkrong tadi,dia tiba-tiba memandangi hpnya dengan sedikit mengeryitkan wajahnya,
"apa maksud wanita ini menghubungiku lagi, bukankah dia sendiri yang menyuruh untuk aku melupakannya dan tidak menghubunginya lagi,"? Ardi bergumam, dia lalu memblok nomor Vivi,
setibanya di rumah dia mengetuk pintu dengan pelan,lupa jika sebelum pergi tadi dia seharusnya membawa kunci.
Tanya menunggu Ardi, meskipun sedikit lelah karena sudah hampir tengah malam, " Tan.. udah tidur?, apakah kamu sudah tidur"? tanya Ardi sedikit ragu.
" belum,tunggu ya,aku sedang mencari kuncinya" Tanya membuka pintu dengan wajah yang terlihat lelah dan mengantuk, Ardi jadi sedikit bersalah padanya karena pergi terlalu lama.
"aku sudah berjanji untuk menunggu kamu pulang,apakah perlu ku buatkan kopi"? Tanya menanyai Ardi,dia tau Ardi tadi bersama dengan temannya hanya bermain game, tentu membutuhkan kopi untuk menemaninya,"tidak perlu aku sudah membeli kopi ice tadi ,perutku sedikit tidak nyaman sekarang" jawab Ardi.
Tanya menggunakan baju tidur yang sedikit lebih terbuka,tentu membuat Ardi merasa sedikit sesak melihat penampilan itu,jika biasanya istrinya itu hanya menggunakan baju yang membosankan ,yang membuat mata Ardi sakit jika melihat pakaian itu berulang kali,Ardi bahkan merasa kasihan pada istrinya itu yang tidak bisa berdandan,tetapi malam "ah,dia terlihat sedikit berbeda" Ardi bergumam dalam hari.
arsi merasa ada sesuatu yang sedikit mengeras di antara kedua pahanya dan arsi "..."
"mengapa ini juga sedikit membuat aku merasa ingin memakan wanita ini sekarang,dia bahkan terlihat sedikit menggoda" wajah Ardi menjadi seperti tidak enak di lihat.
"aku ingin ke kamar mandi" kata arsi,
" tidak perlu ard,aku tau apa yang kamu mau saat ini,meski kita baru dua bulan menikah,mungkin saatnya kita bisa mencobanya" kata Tanya dengan wajahnya yang sedikit memerah karena malu.
saat akan memulainya,wajah Tanya tiba-tiba sedikit menegang,dia teringat suara desahan pada hp Rani sebelum mereka pindah waktu itu, " kamu jangan takut,aku bisa pelan-pelan, walaupun ini adalah yang pertama bagiku" kata arsi pada istrinya yang sudah mulai menegang,entah karena ia takut atau memang itulah ekspresi yang pertama kalinya bagi dia,
"ah,, pelan-pelan ard, ini sangat sakit dan aku baru pertama kalinya" kata Tanya dengan sedikit memincing kan matanya," iya, maaf jika aku terlalu menekannya," jawab Ardi lagi,
detik berikutnya berjalan dengan lancar ,hingga arsi merasakan sesuatu akan keluar dan itulah yang ia rasakan, kepuasan batin " inikah namanya rasa" Ardi bergumam tetapi tidak dengan istrinya, Tanya hanya merasakan di awal kesakitan dan hingga itu berakhir,dia bahkan tidak menyadari kalau itu sudah berakhir.
"ah, apa ini,mengapa aku tidak merasakan apa-apa,bahkan hanya terasa sakit di awal namun akhir yang menyedihkan" Tanya ingin menangis di dalam hatinya karena dia memang tidak merasakan apapun.