semenjak Ardi merasakan pertama kalinya berhubungan,dia tampak sangat bersemangat bahkan terlihat dari berat badannya,beberapa hari telah berlalu Ardi bahkan tidak memberi kesempatan pada istri kecilnya itu,mungkin karena itu yang pertama baginya ,sehingga dia selalu merasa tidak puas.
mungkin sedikit memikirkan kondisi istrinya,maka dia membatasi hubungan seksual yang sangat membuatnya menggila untuk beberapa hari,dia sangat ingin melakukannya setiap hari tetapi itu tidaklah mungkin.
di sisi lain Tanya hanya merasakan kelelahan si tubuhnya untuk beberapa hari,tetapi dia bahkan tidak merasakan apapun selain sakit pertama kalinya ia bercinta.
" apa yang terjadi denganku,bahkan suamiku memiliki ukuran yan sudah semestinya, apakah aku seorang..."? tanya lalu menggelengkan kepalanya agar tidak lanjut untuk memikirkan yang bukan-bukan,dia terpaksa memasang muka puas yang sebenarnya hanya untuk menunjukkan pada suaminya,dia tidak ingin suaminya kecewa Tetang apa yang ia rasakan,tetapi di sisi lain, dia telah berbohong untuk setiap kali berhubungan.
enam bulan telah berlalu,hingga pada suatu pagi
"hekk,huekk,huekk, tanya baru saja sarapan pagi ,tetapi dia merasa tidak nyaman di bagian perutnya hingga bergegas ke kamar mandi untuk muntah, " Ardi, perutku sangat tidak nyaman,bisa bawa aku ke klinik "? huekk,huekk , Tanya lanjut untuk muntah yang ke dua kalinya, itu sangat sakit dan dia merasakan kepalanya sedikit pening.
suaran handphone Ardi tiba-tiba bergetar, Tanya sedang mencoba meminum sedikit air hangat, dia langsung mengambil telepon itu dan mengangkatnya " halo ayah,tumben ayah menelepon pagi-pagi,ada apa"? Tanya mengangkat telepon Ardi dan berbicara dengan ayah mertuanya, " oh Tanya sayang, aku hanya ingin mendengar kabar kalian saja ,apakah ada sesuatu yang tidak nyaman yang kamu rasakan nak,? apakah kamu belum hamil"? suaran mertua Tanya tampak sedikit senang Tanya "..." mungkin dia hamil? " aku belum memeriksa ayah,tetapi memang saat ini aku sedang tidak enak badan,Ardi sedang di kamar mandi, sebentar baru dia akan menelepon lagi jika kami sudah pulang dari klinik," jawab Tanya dengan sedikit bingung.
mereka kemudian menemui dokter kandungan yang dekat dengan tempat tinggal mereka, dan di sana sudah banyak para ibu-ibu yang menunggu untuk di panggil namanya,memang klinik itu sangat kecil ,namun bidannya sangat baik dan juga profesional,sehingga sudah banyak orang yang bersalin di tempat itu.
"untuk nomor antrian selanjutnya,silakan maju" kata perawat yang memanggil Tanya, Tanya tersadar dari lamunannya,hingga berdiri menuju ruangan yang telah di sediakan, " selamat ibu, ibu positif hamil,dan karena ibu masih muda sebaiknya tidak boleh terlalu capek ya,kurangi makanan yang tidak bergizi,dan saya akan memberi vitamin untuk anda,"! kata bidan lili, ya bidan lili namanya tertera pada bajunya.
"baiklah," jawab tanya dengan singkat.ardi tampak bahagia mendengar kabar itu,tetapi Tanya merasa sedikit tidak rela jika dia harus punya anak sekarang.