bagian 19

472 Words
hidup,,tidak selamanya berjalan tanpa ada badai,begitulah kata pepatah. Tanya sepertinya tidak menerima dengan kehamilannya, dia bahkan merasa telah di perkosa oleh Ardi,yang tidak lain adalah suaminya sendiri. "aku tidak terima dengan kehamilan ini,aku benci anak ini"! Tanya meraung-raung,saat itu Ardi sedang bekerja. Tanya biasanya ketika tak ada kegiatan,maka dia akan mengunjungi tetangganya yang beberapa bulan ini telah menjadi temannya,ibu Lidya. dia terpikir ingin bertanya pada ibu Lidya, " permisi,Bu,, apakah aku bisa bertanya sesuatu"? Tanya sedikit gugup saat berbicara, " iya sayang,ada apa"? jawab ibu Lidya, "adakah obat yang dapat mengugurkan kandungan selain aborsi,aku telah hamil tiga Minggu,tentu itu belum akan beresiko jika di gugurkan " tanya benar-benar tidak ada keberanian untuk itu,tetapi dia membenci ke hamilannya saat itu. "astaga nak, Tan,kamu kan memiliki suami, wajarlah jika kamu hamil.dan itu adalah kehamilan pertama bagi kamu,mengapa kamu malah ingin mengugurkan "? saat itu tanya masih berusia 18 tahun dan ibu Lidya mengira dia telah memasuki usia 23 tahun, " aku yang telah menikah selama 20 tahun terus menunggu agar aku bisa hamil,tetapi tuhan tidak memberiku itu,aku justru mengalami kecelakaan mengakibatkan rahimku harus di angkat nak,"! jawab ibu Lidya lagi "berapa banyak wanita di luar sana sangat menantikan,hamil yang pertama itu memang agak sedikit berbeda dengan yang sudah berkali-kali hamil,kamu sabarlah menjalani kehamilan itu,dosa nak Tanya,itu tidak boleh"! ibu Lidya mengingatkan Tanya,karena dia telah menganggap Tanya adalah anaknya sendiri semenjak merak berdekatan rumah. " naiklah Bu,aku akan mencobanya" jawab Tanya,dia kemudian permisi untuk pulang. tetapi di perjalanan,dia merasa hatinya sangat kosong maka dia memanggil taxi dan memintanya di antar ke klinik terdekat. "permisi kak,boleh bertanya?aku telah ..mmm,bisa bicara sebentar berdua saja,"? kata tanya memasang muka kasihan. "boleh,silahkan keruang sebelah" jawab perawat itu "perkenalkan nama saya Tanya, saya telah hamil 3minggu,tetapi saya hamil karena telah di perkosa oleh seseorang ,jadi aku ingin kakak membantuku memberikan obat penggugur kandungan," kata Tanya dengan berlinang air mata, dia bahkan telah berbohong demi untuk mendapatkan obat itu, " apakah,adek punya surat keterangan dari dokter?saya sangat ingin membantu karena saya juga seorang wanita,tentu memahami apa yang kamu rasakan,tetapi klinik kami membutuhkan surat keterangan ,agar besok-besok jika terjadi sesuatu maka kami tidak bisa di salahkan,maaf ya"! kata perawat lagi Tanya "..." "aku tidak punya suratnya,tetapi aku jamin tidak akan mengatakan apa-apa,mohon kakak bisa berbaik hati" . Tanya menangis dengan berharap perawat itu bisa membantunya " tetap tidak bisa," jawab perawat itu. arsi tidak tau tentang tindakan istrinya,saat dia sedang keluar untuk bekerja,dia pasti akan marah jika ia tau tentang tindakan istrinya itu, tepat pukul lima sore,Ardi pulang dari tempat kerjanya,dia melihat pemandangan istrinya,sangat tidak enak untuk di lihat " apakah ia menangis sepanjang hari"? batin Ardi , " kamu ada apa? dimana yang tidak nyaman..hmmm"? Ardi memeluk istrinya sambil bertanya dengan pelan, " aku baik-baik saja," jawab Tanya dengan singkat, dia tidak mungkin menceritakan apa yang telah ia lakukan tadi siang.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD