Ardi sebenarnya sedikit lelah,karena dia bekerja Sepenjang hari.
tetapi sangat tidak enak jika pulang kerja ,justru menerima suasana yang memperburuk keadaan,jika bukan istrinya saat itu,mungkin dia akan marah-marah karena kelelahannya.ardi bertanya dengan lembut, "apakah perutmu ada yang tidak nyaman?atau perlu ku buatkan sesuatu untukmu"? Ardi bertanya lagi,
suasana hati Tanya sudah mulai berubah-ubah,semenjak ia mengetahui tentang ke hamilannya,bahkan dia selalu gampang emosi dengan hal-hal yang kecil."aku tidak inginkan kehamilan ini, ini sangat menyiksaku.berat badanku menjadi turun aku bahkan tidak bisa memakan sesuatu" ! Tanya tiba-tiba berkata dengan suara yang sedikit di naikkan,dia tidak ingin berbohong tentang suasana hatinya saat itu.
apa yang kamu ucapkan Tan,,mengapa kamu tidak menerima kehamilan ini? apakah ada yang menyinggung perasaan mu?atau kamu memang tidak terima mengandung anakku"! Ardi tiba-tiba saja sudah di buat marah oleh ucapan Tanya padanya,
"mengapa?beri aku satu alasan agar aku bisa menerima apa yang membuat kamu tidak menerimanya"? arsi bertanya lagi,
"aku...aku tidak tau,tetapi ini sangat menyiksaku,selama beberapa Minggu aku bahkan tidak bisa memakan makan kesukaanku,dan tidak dapat tidur dengan nyenyak" jawab Tanya
"heh...,semua wanita hamil juga merasakan itu,bukan cuma dirimu,bahkan aku memiliki rekan kerja yang sedang hamil,tetapi dia tidak bersikap seperti dirimu,kamu harus bersabar Tan, itulah kodrat menjadi seorang wanita,"! arsi menjelaskan pada istrinya itu,
"jika begitu,tolong kamu mulai sekarang ,tidur di lantai boleh,?aku tidak bisa tidur jika ada kamu di sampingku,atau jika tidak kamu Menganti parfum dan sabun mandi yang kami pakai,aku benar-benar terganggu dengan itu semua,aku tidak suka"! Tanya mengalihkan pembicaraan dengan menyebut yang lain, " oh hanya itu,..aku tidak masalah Tan,asal kamu tidak sembarangan berbicara,di luar sana masih banyak wanita yang mengharapkan bisa menjadi seorang ibu,tetapi kamu ..bahkan tidak ingin memiliki ana," arsi menjawab dengan tegas, membuat Tanya sedikit cemberut,dia baru kali ini melihat arsi berbicara padanya dengan sedikit menyolot.
karena kata-kata Tanya tadi , tengah malam,setelah melihat Tanya tertidur,dia langsung ke luar dan menelepon ibu mertuanya,,
" ibu,saat ini Tanya telah hamil Bu,tetapi ada yang aneh padanya.dia bilang tidak menginginkan kehamilan itu,aku takut dia bertindak sembarangan ketika aku sedang bekerja," Ardi menjelaskan pada ibu mertuanya
"nak,Ardi tenang saja,besok aku akan menelpon Tanya dan akan memberinya peringatan* kata ibu Tanya lagi.
"baiklah Bu,itu saja yang dapat aku ceritakan ,mohon ibu bisa menasehatinya " kata Ardi kemudian menutup teleponnya.
keesokan paginya saat Ardi telah berangkat kerja, kring,kring,kring, suara telepon Tanya berdering, "mmm,dari ibu,astaga ,dia pasti akan menanyakkan sesuatu padaku", kata Tanya sambil menggenggam hpnya,
" halo Bu, ibu apa kabar?,tumben ibu telepon ,ada apa Bu," kata tanya dengan sedikit takut. " halo Tanya,apa yang sedang kamu lakukan,apakah kamu sudah jamin sekarang"? tanya ibu Tanya .