"Tan,itu adalah cucu pertamaku,dan itu adalah kehamilan pertama bagimu,mengapa kamu sampai tidak menyukainya?atau apa yang membuat kamu bisa tidak menyukainya,bisa kau sebutkan alasannya padaku,atau kamu hamil dengan lelaki lain? itulah sebabnya kamu tidak menyukainya"? ibu Tanya sangat emosional ketika dia bertanya pada putrinya itu.
dia memang merupakan anak ke dua,abangnya Anwar telah menikah,tetapi dia menikahi seorang janda yang memilki tiga anak,itulah mengapa ibunya berkata bahwa anak Tanya merupakan cucu pertamanya.
"ibu,,!ibu tidak boleh menuduh aku sampai begitu kejam,aku bahkan baru melakukanya untuk pertama kalinya dengan suamiku,yaitu mas Ardi"
Tanya menjawab perkataan ibunya dengan sedikit emosi,dia tidak terima jika di tuduh yang tidak benar meskipun itu adalah ibunya sendiri,"aku hanya sedang tidak siap untuk hamil Bu..! bukan aku berselingkuh,aku rasa ini terlalu cepat bagiku"! kata Tanya lagi,
wanita di telepon hanya menghela nafas lega," Tan anakku,ibumu ini adalah orang kampung,dan kamu juga berasal dari kampung,kami memang tak memiliki harta dan bukan orang yang terpandang,tetapi kami selalu menjaga harga diri kami,mohon kamu sebagai anak kami jangan sampai sebegitu tidak tau malu karena berbuat menyimpang,itu tidak baik,tuhan bisa murka karena perbuatan yang tidak baik,mohon kamu bisa bersabar dengan apa yang telah kamu rasakan,berulah menjadi wanita hamil berbagai perasaan di dapatkan dari mulai kesenangan ,hingga kesedihan yang menjadi-jadi " ibunya Tanya menjelaskan pada anaknya yang masih belum dewasa itu, sebenarnya itulah yang ia takutkan selam ini.
saat jam makan malam tiba,Ardi baru pulang kerja dan dia sengaja melakukan itu,dia merasa istrinya sangat keterlaluan pada diri, dia masuk kamar tanpa menyapa istrinya yang sudah menunggu di meja makan,Ardi dengan acuh tak acuh, masuk kamar mandi dan sengaja mandi dengan begitu lama.
"Ardi..mengapa kamu begitu lama di dalam sana?apakah kamu tidak ingin makan malam? atau kamu telah makan"? Tanya mengetuk pintu kamar mandi karena sudah tidak terdengar sura airnya.
ketika pintu terbuka ,Ardi hanya memasang muka acuh tak acuh lagi pada istrinya itu, sebenarnya saat si tempat kerja,dia bertanya pada salah satu temannya yang kebetulan hamil,dan dia bercerita tentang yang istrinya lakukan. temannya mengatakan ,bahwa mungkin istrinya telah selingkuh hingga hamil dan anak yang di kandungannya itu bukan anak arsi,dan Ardi sangat mudah di provokasi oleh orang lain.
"Tan,aku mau tanya sesuatu padamu,anak siapa yang ada dalam kandungmu"?
plakk
setelah bertanya Ardi langsung di tampar keras oleh istrinya itu,
"haha,..apa maksud pertanyaan kamu Ardi,jadi kamu bersikap begini padaku karena ,kamu berfikir aku telah selingkuh?aku telah tidur dengan lelaki lain saat ku tidak ada? siapa yang memberi tau kamu hmmm," Tanya bertanya pada suaminya dengan mata melotot yang hampir keluar karena marah, arsi sangat kaget melihat penampilan istrinya yang sedang marah,
"Ardi,Ardi..jangan kamu pikir karena aku tidak pernah marah padamu sehingga kamu se'enaknya menuduh aku seperti itu,apa kamu memiliki bukti hah,"? tanya masih belum selesai dari marahnya,emosinya saat ini tidak dapat di tekan bahkan nafasnya naik turun dengan tidak beraturan lagi.
"jika memang kamu tidak selingkuh,maka mengapa satu Minggu yang lalu kamu tidak menerima kehamilan ini, jika bukan anak orang lain tentu kamu tidak akan..."
plakk
sebelum kata-kata Ardi selsai Tanya sudah menamparnya lagi,kali ini pada pipi yang sebelahnya.