tepat pukul 11 malam, fellia sepertinya sudah mulai mengantuk,dan beberapa temannya yang hadir pun terpaksa pulang sebelum kuenya di potong,
" ibu,.. ayah kapan pulang, fellia udah ngantuk nih,lilin kuenya pun udah hampir habis," kata fellia berbicara dengan pelan pada ibunya,memang seorang anak tentu tidak akan tahan untuk begadang,itu tidak baik bagi kesehatan mereka.
"tunggu ya,ibu akan menelepon ayah lagi,mungkin dia sudah mau Selesai kerjanya, fellia bisa menunggu lagi ngk"? ibunya bertanya dengan lembut.
"iya," fellia menjawab dengan nada lemah karena menahan kantuk,
"akhirnya kamu mengangkat telepon Ardi,, apa yang sedang kamu lakukan saat ini,? bisakah kamu memberi waktu pada anak kita satu hari saja,kemarin kita telah membahas tentang ulang tahun fellia,seharunya kamu tidak lupa"? Tanya sedikit emosi, yang menjawab panggilan itu sedikit mengerutkan keningnya,"maaf ya,aku baru selesai mengerjakan beberapa dokumen, aku akan pulang sekarang,katakan pada fellia aku akan pulang mohon dia mau menunggu aku," jawab Ardi dan di sampingnya tentu ada Vivi yang selalu menempel padanya ,wanita ini bahkan sudah seperti magnet pada Ardi,awalnya Ardi sedikit terganggu,tetapi karena setiap hari selalu bertemu dengannya dan bahkan,Vivi selalu mengajaknya makan siang bersama,tentu lelaki mana yang akan tidak luluh dengan perlakuan seperti itu, sedangkan istrinya yang sudah hampir tidak bisa berdandan membuatnya semakin melirik Vivi,lelaki ini sudah hampir buta karena perlakuan Vivi padanya.
di rumah dia memang terlihat biasa saja,tetapi rasa bosannya membuat dia tidak pernah lagi memerhatikan istri dan anaknya,dia lupa,walau bagaimanapun istrinya masih harus mengurus dirinya dan anaknya,mana sempat Tanya mengurus diri sendiri,.
menjadi seorang lelaki itu tidak boleh terlalu banyak mau.
"mas,kapan kita makan malam berdua lagi,kamu bilang akan makan malam bersama aku,tapi nyatanya sudah dua Minggu loh.. ini ,mas gimana sih," kata Vivi dengan kata-kata yang selalu membuat arsi meleleh padanya, nada bicaranya sengaja di lemah lembut kan seperti seorang anak yang meminta kue pada ayahnya,dia sangat manja,tetapi terlihat sangat murahan di mata orang lain,mengapa tidak,dia tentu tau kalau Ardi telah memiliki istri,Vivi bahkan tidak perduli dengan itu.
"nanti ,Minggu depan ya,aku janji,, oke! Ardi langsung berjanji tanpa berfikir lagi, selama ia menikah, baru sekali ia mengajak istrinya untuk makan malam dengannya, tetapi dengan wanita yang seperti ini dia bahkan sudah sering mentraktirnya makan.
"janji,ya mas,kalau kamu sampai ngk tepati aku akan ke rumah kamu dan mencari kamu di sana,awas loh..."! nadanya seperti dia sedang mengancam Ardi,. " jangan,tidak boleh,nanti istri aku tau gimana? udah ah,, aku balik dulu udah malam, dan malam ini ulang tahun anak aku,"! kata Ardi sambil berlalu meninggalkan Vivi sendirian , Vivi tinggal di dekat perkantoran,jadi dia tidak perlu jauh-jauh.
tepat ketika pulang, arsi langsung menuju rumah dengan cepat,tetapi melihat pemandangan di dalam rumah, dia tiba-tiba tertegun, "apa sebenarnya yang telah aku lakukan? kemarin aku berjanji akan mengambil cuti untuk anakku,tetapi .." fellia sudah tertidur,dan kue ulang tahun miliknya sudah tak memiliki lilin lagi,anak itu terlihat sangat kasihan, dia memiliki ayah yang curiga bahwa dia bukan anaknya, dia seperti hanya memiliki ibu, setiap hari dia selalu di temani oleh ibunya,bahkan hari liburan dia bersama dengan ibunya.
"Ardi,,selamat ya,kamu telah menjadi ayah yang tidak menepati janji,bahkan pada anak sendiri pun ,haha.. kamu telah menyakiti perasaan putrimu, meskipun kamu mencari uang tetapi berada di tengah - tengah keluarga adalah hal yang perlu,dan saat ini kami sudah menjadi ayah yang tidak kompeten"! selesai berbicara Tanya langsung membersihkan semua yang ada si ruangan itu, dia sedih melihat putrinya, bertanya terus-menerus, hingga ia tertidur
arsi sangat bersalah sekali pada anaknya itu, hingga ketika pagi harinya,dia ijin cuti sehari untuk menemani putrinya itu jalan-jalan, dia tidak ingin putrinya kecewa padanya, dia mengajak fellia dan Tanya ke taman dan supermarket ,mereka seharian penuh bersenang-senang.
tidak dengan Vivi yang ada si kantor,dia bahkan sudah hampir gila,dia tidak dapat menghubungi Ardi karena hpnya si matikan dan sengaja tidak di bawah oleh Ardi, Ardi tidak ingin kesenangan hari ini di ganggu oleh siapapun ,
"Ardi,, kamu mengabaikan aku? tunggu saja,aku akan membuat kamu menyesalinya nanti,"! Vivi tersenyum mencibir,terlihat jelas wanita ini adalah pelakor hebat.