bagian 23

509 Words
Tanya hanyalah wanita 18 tahun,masih muda tetapi sudah menikah dan saat ini sedang hamil, dia merasa kehamilan yang saat ini dia dapatkan,itu termasuk pukulan besar baginya. pagi-pagi sekali,Ardi sudah pamit untuk berangkat kerja, "Tan...,kamu tidak apa kan aku tinggal? atau kamu ingin berkunjung ke tempat kerjaku,selama kamu datang ke kota ini kamu juga belum pernah jalan keluar,bahkan di tempat bibi pun kamu sudah tidak pernah lagi kesana" kata Ardi yang ingin mengajak istrinya untuk ikut padanya ke tempat kerjanya. "tidak Ar,aku benar-benar tidak minat untuk kemana-mana saat ini," jawab Tanya singkat, Ardi hanya mengangguk dan pamit untuk segera berangkat. jam 10 pagi Tanya merasa bosan,sehingga dia memutuskan untuk berkunjung pada tetangga kesayangannya,ibu Lidya. saat akan sampai ,dia melihat sosok wanita yang tidak asing di dekat sebuah konter HP, "Rani..ya,itu Rani" gumam Tanya,Rani bersama dengan seorang lelaki yang juga merupakan teman sekolahnya,dia terlihat sangat mesra dengan lelaki itu, "astaga anak ini,apa sebenarnya yang ia lakukan di tempat itu,apakah dia sedang bolos"? batin Tanya. "Rani, apa yang kamu lakukan di sini?apa kamu bolos saat ini? dan siapa lelaki ini.astaga Rani kamu bahkan masih 14 tahun masih terlalu dini,apa orang tuamu tau tentang ini"? Tanya tentu tidak tinggal diam, "haha..bibi,kamu saat ini sedang tidak tinggal di tempat orang tuaku,mengapa kamu bahkan masih mengurusi aku ,hah..! aku muak dengan kemunculan kamu di sini" jawab Rani dengan senyumannya yang mencibir. "Rani..! kamu jangan kurang ajar dengan orang yang lebih tua darimu,walau bagaimanapun aku masih saudara sepupu kamu" ! jawab Tanya sedikit membentak Rani,dia jelas sudah menunggu momen ini,dia bahkan ingin sekali menampar anak ini karena ketidak sopanannya. "huh,, kamu bahkan tidak pantas aku panggil bibi,yang menjadi saudara sepupu aku hanya kak arsi tau,kamu bahkan tidak layak menjadi istri kak Ardi! sangat tidak memenuhi standar,kekampungan kamu yang dari kampung pun,masih kamu bawa ke kota sangat tidak rasional," Rani benar-benar sangat pandai dalam menghina seseorang. "Rani,,kamu jangan sombong, kamu juga kemarin lahir dari kampung,tentu tidak bisa mengatakan bahwa kamu masih orang kampung.hanya karena kamu beberapa tahun tinggal di kota sudah berlagak seakan kamu lahir di kota ini" Tanya tentu tidak akan membiarkan anak ingusan ini menghinanya.ollelaki yang ada di samping Rani hanya bisa menjadi penonton,karena dia tidak tau apa-apa. "kamu harus hati-hati,aku bisa saja melaporkan kelakuan kamu selama di rumah,apa yang kamu lakukan setiap malam, mmmm"? Tanya telah membuka apa yang menjadi kartunya saat itu, Rani tiba-tiba menjadi pucat. " ah,kapan dia tau ,sepertinya dia selalu mengamati aku "! "silahkan saja,bibi,aku juga tidak takut dengan ancaman kamu.aku kamu telah lama tidak berkunjung kerumah,dan ketika kamu kesana lalu melaporkan tentang aku,apakah tidak terlihat aneh bibi"? Rani benar-benar memanfaatkan keadaan ,dia juga sangat pintar.Tanya tentu tidak akan berani kerumah Rani,dan bercerita tentang Rani,secara apa yang di katakan Rani benar semua,ibu Rani tidak akan percaya tentang itu. "tidak sekarang ran, aku akan tunggu dan melihat saja,ketika semuanya telah terjadi maka aku akan muncul di sana ,sebagai pemberat untukmu,kamu harus berhati-hati,jangan sampai kamu kecolongan nantinya,"! Tanya berkata sambil berlalu dari mereka. "sial...dasar wanita sialan,aku pasti akan membuat perhitungan padamu..tunggu saja"! Rani terlihat sangat marah, kekasihnya pun,sedikit takut melihat keadaan itu.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD