bagian 39

486 Words
Ardi keluar dari ruangan Adrian dengan wajah yang sangat kesal, lelaki ini sepertinya sangat gugup dengan perkataan adiknya itu. setelah berbicara dengan kakaknya,Adrian lalu mengambil kunci mobilnya dan ingin kembali ke rumah yang baru ia beli beberapa bulan lalu. dia sangat mandiri,berbeda dengan kakaknya Ardi, semenjak kekasihnya menyakiti hatinya dengan menjadi simpanan, Adrian bahkan ingin mengakhiri hidupnya saat itu. tetapi mau di buat apa, dia lalu mengubah dirinya menjadi lebih bekerja keras lagi,bukan karena sakit hati tetapi dia tau hanya modal tampan saja memang tidak cukup, Adrian lalu berusaha bangkit dari keterpurukan harinya. saat di perjalanan, dia melihat mobil Vivi sedang di berhenti di sudut jalan dekat dengan sekolahan kemenakannya fellia, , Adrian"..." Adrian melihat Vivi sedang menunggu seseorang tetapi menunggu siapa? ternyata Tanya baru saja keluar dari dalam gerbang sekolah sambil menggandeng fellia. Adrian merasa sedikit ada yang aneh, dia lalu keluar dari mobil dan mendekati mobil Vivi, benar saja, Vivi sedang menunggu Tanya, "apakah anda istri dari Ardi"? Vivi bertanya pelan pada Tanya, " iya, anda siapa ya? " jawab Tanya sambil memegang tangan anakknya, "oh maaf, aku kira anda adalah pembantu dari Ardi? Vivi berkata dengan nada yang mulai merendahkan, Adrian yang mendengar pembicaraan kedua perempuan itu sedikit mengerutkan keningnya. Adrian "..." "tenyata anda adalah istri dari Ardi, sangat di sayangkan Ardi begitu buta dan tanpa memilih calon sudah langsung menikahi gadis yang sangat kampungan dan kucel seperti and" kata Vivi yang benar-benar merendahakan Tanya. "perkenalkan ,saya Vivi pacar suami Anda,atau tepatnya simpanan suami anda selama 5 tahun ini, sebelum Ardi menikah ,kami telah berpacaran selama dua tahun namun karena dia memilih anda sebagai istrinya, maka saat itu hubungan kami terputus,. tetapi saat dia berangkat ke kota K, kami melanjutkan hubungan kami yang pernah putus,hingga sekarang." Vivi berbicara dengan sangat baik,bahkan nada bicaranya menunjukkan kemenangan saat itu. sedangkan Adrian mendengar kata-kata Vivi sedikit menegang di sana, dia tidak menyangka dugaannya ternyata benar, "kak,mengapa kamu melakukan ini"? Adrian berkata dalam hati sambil ingin pergi meninggalkan tempat itu, namun ia teringat sesuatu, ia takut jika kedua wanita ini berkelahi di tempat ini. "nona Vivi,saya sangat berterima kasih kepada semua pengakuan nona,tetapi bagi saya saat ini lebih memercayai suami saya si banding orang luar,mungkin yang anda maksudkan bukan suami saya tetapi orang lain,lagi pula,sekucel apapun saya ,sekampungan apapun saya, setidaknya saya di nikahi secara sah dan secara agama,sedangkan anda! sangat dengan mudah membuka identitas anda sebagai seorang simpanan,apakah itu tidak terlalu terlihat murahan?nona Vivi sangat cantik tentu bisa mendapatkan lelaki yang lebih baik bukan malah menjadi simpanan" tanya mengucapkan kata-kata tanpa merubah ekspresinya,namun dalam hatinya sangat "arsi,,! Setega itukah kamu pada aku dan anak kita?" tanya berkata dalam hatinya, plak... Vivi menampar tanya dengan raut wajah yang sangat buruk, Vivi sangat emosional dengan apa yang di katakan Tanya, "heh, w************n, jangan sok tau kamu, apa hak mu berbicara hah!" Vivi berkata dengan matanya yang melotot,dia bahkan tidak memikirkan perasaan anak kecil yang melihat itu semua.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD