bagian 37

402 Words
Vivi tiba-tiba naik darah, "pak Adrian,mengapa anda sangat tidak memiliki perasaan pada seorang wanita? aku hanya meminta tolong, tetapi setiap kata-kata anda jelas sekali telah membuat aku merasa terhina, bisa tidak untuk kali ini saja anda bisa membantu saya?" Vivi menahan nafasnya sambil berbicara, dia benar-benar membenci lelaki yang ada di depannya ini. "saya akan di jodohkan oleh ayah saya si kota S, tetapi tentu itu tidak membuat saya senang,saya masih muda meskipun keluarga saya bukan orang yang kekurangan,tetapi saya masih ingin berkarya,belum terpikir sampai ke sana, saya hanya minta tolong pada anda untuk .... untuk menerima telepon dari ayah saya ,dan mengaku sebagai...sebagai kekasih saya itu hanya agar ayah saya bisa percaya, jika tidak dia akan memutuskan semua fasilitas yang ia berikan padaku, aku tentu tidak mau"! Vivi menjelaskan semuanya kepada Adrian dan berharap Adrian bisa membantu dirinya. ekspresi Adrian terlihat sangat tenang lalu dia berkata " nona Vivi, urusan pribadi anda saya tidak bisa ikut campur apalagi sampai mengaku sebagai pacar anda, apakah itu tidak terlalu keterlaluan? kita bahkan baru beberapa hari berkenalan,anda bisa meminta tolong pada lelaki lain untuk mengaku sebagai kekasih anda,maaf tadi anda berkata masih ingin berkarya,tetapi mengapa anda tidak terima jika ayah anda memutuskan semua fasilitas yang ia berikan pada nona Vivi, sebenarnya anda ini bekerja untuk berkarya atau malah sebaliknya ,hanya menghamburkan uang"! Adrian membuat Vivi tidak bisa lagi berkata-kata, memang benar, selama ia memiliki banyak uang, maka yang ia lakukan adalah menghambur uang sesuka hati. arsi yang dari tadi menguping pembicaraan mereka,tersenyum sangat puasa. dia sudah yakin jika Adrian bukan tipe lelaki yang mudah tergoda, tidak sama dengan dirinya yang sangat mudah di provokasi, tiba-tiba wajah arsi sedikit menghitam karena memikirkan tentang kelakuannya. panggilan dari ayah Vivi tiba-tiba saja masuk, mau tidak mau dia harus mengangkatnya, "halo pah, aku... maaf pak dia sedang tidak mood saat ini, jadi dia tidak ingin berbicara dengan ayah,ayah bisa tidak memberi waktu agar nanti jika suasana hatinya sudah bagus aku pasti akan menelepon ayah lagi ,oke"? "sudahkah nak,kamu tidak perlu berbohong pada ayah,dua hari lalu ayah telah mencari informasi tentang lelaki yang kamu sukai itu, kalian bahkan baru beberapa hari kenal,mengapa tiba-tiba mengaku sebagai pacar kamu? pulang saja nak,anak teman ayah juga.cukup baik dan tampan, kamu tidak akan menyesal pulang ya... ayah ingin kamu menikah dan bisa punya anak " kata ayah Vivi merayu anaknya yang masih keras kepala itu, " tapi pa,, aku benar-benar belum mau menikah."
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD