Sore ini aku diajak Radit ke rumahnya. Dia hendak mandi dan ganti baju dulu. Setelah ini kami berencana akan nonton film yg sudah kami tunggu selama beberapa minggu kemarin. Sampai di halaman rumah Radit yg terbilang luas, aku turun dengan berpegangan pada bahu Radit. Motor nya yg agak tinggi buatku memang terkadang membuatku sulit untuk naik atau pun turun. Mungkin karena aku terbiasa membonceng motor matic sepertinya "Yuk," ajaknya lalu dia ngeloyor masuk begitu saja. Aku masih agak trauma jika berada di rumah Radit. Masih teringat jelas, kejadian soal lukisan berdarah waktu itu. Karena alasan itu, aku masih diam di tempatku berdiri sekarang, sambil melihat sekeliling. "Ya ampun, malah bengong lagi ini anak," ucap Radit lalu berbalik lagi, langsung menggandengku dan membawaku masu

