Part 36 Exorcism

2004 Words

POV ARETHA Suara ketukan pintu terdengar mengusik tidurku. Diiringi lengkungan panggilan dari bunda yang terus mengumandangkan namaku. Samar namun pasti, ada sebuah nama yang membuat kedua netraku perlahan membuka. "Radit!" "Aretha! Bangun, ada Radit!" Akhirnya setelah membuka mata sempurna kalimat bunda mampu aku dengar dengan baik. Aku melirik jendela kamarku, suasana di luar masih agak gelap dan sepertinya ini masih pagi. Mataku yang juga masih terasa berat membuatku tidak memperdulikan panggilan bunda, dan aku tidak bergerak sedikit pun dari posisiku sekarang. Terlebih lagi aku sedang libur salat, jadi lebih baik aku kembali makin menenggelamkan diriku di dalam selimut. Ini hari minggu, aku sedang halangan, tentu lebih baik aku meneruskan tidurku lagi. Toh, Radit bisa menunggu. Dia

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD