TINGGALLAH BERSAMAKU

1108 Words
“Len,” panggil Eljo saat ia dan Helena bersiap-siap untuk pergi meninggalkan rumah sakit. “Ya, kenapa Jo?” tanya Helena sambil ia mendongakan kepalanya dan melihat ke arah Eljo dengan seksama. “Tinggallah bersamaku,” ucap Eljo dengan begitu mantap kepada Helena. “Ha? Maksud kamu apa Jo?” tanya Helena yang tidak tahu dengan maksud perkataan Eljo “Tinggallah bersama denganku, aku akan menjagamu dan aku berjanji kepadamu aku tidak akan membiarkanmu terluka lagi oleh Yoga.” Mendengar hal itu Helena hanya tersenyum begitu manis kepada Eljo dan di tatapnya Eljo dengan begitu dalam. Ia tahu kalau maksud dan tujuan Eljo memintanya untuk tinggal bersama karena Eljo pasti takut kalau dirinya akan terluka lagi oleh Yoga, tetapi ia juga tidak bisa tinggal bersama dengan pria asing yang notabennya hanya sebagai seorang sahabat. “Jo … aku tahu maksud kamu baik, tapi alangkah baiknya kalau aku tetap tinggal di tempat tinggal aku dan kamu tetap tinggal di tempat tinggal kamu. Kamu tahu kan kita sama-sama masih ngekos jadi mana mungkin kita bisa tinggal bersama, apa kata ibu kos dan teman-teman kosan kita?” jelas Helena dengan begitu lembut. “Ya, aku tahu itu Len. tetapi kamu tahu kan bagaimana brutalnya Yoga? Dia hampir membunuh kita berdua lho Len, terus kalau kamu tinggal sendirian di kosanmu apa kamu tidak berpikir kalau Yoga akan kembali dan mulai melukaimu lagi? kejadian kemarin kita beruntung karena kita di pertemukan kalau besok-besok gimana? tidak ada keajaiban yang terus berulang di dunia ini Len,” ucap Eljo pada Helena “Tapi aku yakin Jo kalau Yoga tidak akan melukai aku lagi, dia tidak akan berani menemuiku lagi,” jawab Helena dengan lirih. “Bagaimana bisa kamu mempercayai hal itu? Jangan bilang kamu masih menyimpan rasa pada Yoga. Come on Len, come on sadarlah Len, Yoga itu monster Len, Yoga itu monster yang menyamar sebagai manusia,” “Aku tau Jo, aku tahu dengan apa yang di lakukan oleh Yoga tempo kemarin adalah hal yang begitu salah dalam hidupnya, tapi aku juga mengenal dia Jo, kalau dia tidak akan berani menyakitiku untuk kedua kalinya. Aku tahu kalau di dalam diri Yoga masih ada cinta yang begitu tulus untuku,” ucap Helena yang mulai membanggakan Yoga lagi tanpa memikirkan hal keji apa yang sudah di lakukan oleh Yoga kepadanya. “Len, kalau Yoga masih memiliki hati dia gak bakal meninggalkan kamu, dan yang terpenting dia tidak akan mungkin tega membuatmu celaka seperti kemarin. Aku mohon Len, sadarlah aku mohon sadarlah,” ucap Eljo sambil ia menatap Helena dengan begitu dalam dan ia berharap kalau Helena dapat tersadar kalau apa yang telah di lakukan oleh Yoga itu salah dan hal itu tidak pantas untuk di maafkan. Saat Helena ingin menjawab Eljo, tiba-tiba saja ponselnya bordering dan ia lihat kalau sahabatnya sekaligus teman kosannya menelepon dirinya. “Maya nelpon aku Jo,” ucap Helena sambil ia memperlihatkan layar ponselnya kepada Eljo. “Ya udah angkat aja,” ucap Eljo kepada Helena Namun, saat Helena mencoba untuk mengangkat panggilan suara dari Maya, tiba-tiba saja panggilan suaranya terputus karena ponsel milik Helena kehabisan baterai. “Yah, ponsel aku mati Jo,” keluh Helena pada Eljo. “Ya udah kalau gitu kita pulang sekarang saja dan kita mengecasnya di dalam mobil saja bagaimana?” usul Eljo pada Helena. “Boleh kalau gitu gak apa-apa. Ya udah yuk kita pulang sekarang. owh iya Jo, berhubung aku berhutang kepadamu jadi nanti setelah kita menaruh barang-barang kita di kosan dan kita mandi-mandi dulu kamu mau gak makan bersamaku?” ajak Helena kepada Eljo. “Oke boleh kalau begitu,” ucap Eljo yang menyetujui usulan Helena untuk makan bersama. “Tapi Len bagaimana dnegan usulanku untuk kita tinggal bersama saja?” tanya Eljo pada Helena. “Itu nanti kita pikirkan lagi ya Jo,” ucap Helena sambil ia berjalan di depan Eljo sambil ia membawa tas jinjingnya yang berwarna hitam. . . “Yoga! Apa yang sedang kamu lakukan? kenapa kamu berperilaku seperti itu?” tanya Maya yang melihat Yoga berteriak-teriak di depan kamar Helena. “Diam kamu! Ini bukan urusanmu!” bentak Yoga pada Maya yang menanyainya dengan baik-baik. “May, itu pacarnya Helena kenapa kok kaya kerasukan gitu?” tanya Cinta dan tetangga kosnya yang pada keluar karena mendengar kegaduhan “Aku juga tidak tahu,  tiba-tiba saja dia berteriak-teriak seperti itu ,” jelas Maya sambil ia menggeleng-gelengkan kepalanya. “Coba kamu telepon si Helena sapa tau mereka berdua baru ada masalah May,” usul Cinta “Iya May, Cinta benar. kalau kaya gini kan bikin suasana kosan tidak konsudif,” ucap tetangga kosan mereka berdua. Dengan sigap Maya langsung menghubungi Helena dan berharap Helena segera mengangkat panggilan suaranya. Tetapi untuk beberapa saat Helena tidak kunjung menjawab panggilan suara dari Maya. “Helena gak menjawab panggilanku,” keluh Maya pada Cinta “Ya udah kamu coba hubungi sekali lagi, siapa tahu tadi Helena tidak dengar kalau ada panggilan suara yang masuk,” pinta Cinta dengan sedikit takut kepada Yoga yang terus berteriak memanggila Helena. “Guys, ponselnya Helena tiba-tiba saja tidak bisa di hubungi bagaimana ini?” ucap Maya yang khawatir dengan kondisi Helena “Aduh, terus gimana ini? mana si ibu penjaga kosan lagi pulang kampong lagi,” keluh Cinta sambil ia memegangi tangan Maya dengan begitu erat. “Ya udah kita hubungi pak satpam aja, biar itu cowok di usir dari sini,” usul salah satu tetangga kosan Cinta dan Maya. “Ah iya kamu benar, kenapa aku tidak kepikiran untuk menghubungi satpam kompleks saja,” ucap Maya sambil ia langsung menghubungi satpam kompleks dengan sigap. “Guys, gak ada yang jawab panggilanku. Gimana dong ini?” ucap Maya dengan sedikit menoleh kea rah Yoga yang masih berusaha untuk masuk ke dalam kosan Helena dan Blakkk … pintu kamar Helena pun roboh karena hantaman tubuh Yoga. Melihat hal itu membuat Maya dan kawan-kawan merasa begitu ketakutan, mereka takut kalau Yoga akan berbuat nekat kepada mereka. “Yoga ii kenapa to? Kok dia kaya kesetanan kaya gitu? Apa dia putus dengan Helena? Kalaupun mereka berdua putus, terus kenapa dia berperilaku seperti ini,” isak Cinta yang merasa begitu ketakutan, karena baru kali ini ia melihat Yoga bertingkah seperti itu. Ia terlihat seperti bukan Yoga yang selama ini mereka kenal. “Helena! … kamu dimana? Keluar! Helena!” teriak Yoga di dalam kamar Helena. Ia merasa begitu jengkel dengan Helena dan rasa jengkelnya itu membuat ia ingin sekali untuk melenyapkan Helena beserta anak yang tengah ia kandung. Sedangkan di luar kosan Helena dan Eljo baru saja datang dan melihat kosan seperti ada yang jangkal. “Len, kok kosan kamu kaya gini ya?” ucap Eljo yang melihat kejanggalan pada kosan Helena.  
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD