bc

YOU ARE MY WORLD (INDONESIA)

book_age16+
878
FOLLOW
3.9K
READ
possessive
sex
love after marriage
pregnant
independent
drama
sweet
female lead
city
friends
like
intro-logo
Blurb

(MATURE CONTENT)

BANYAK DRAMA PERCINTAAN YANG BIKIN JATUH CINTA, SAKIT HATI, CINTA SEGITIGA, CONTENT MENGANDUNG BAWANG! YANG TIDAK KUAT JANGAN INTIP. JANGAN LUPA KLIK LOVE TERLEBIH DAHULU BARU MEMBACA.

-----------------------

"Enyahlah dari hidupku! dasar w***********g! kamu kira aku bodoh, yang bisa kamu manipulatif seperti itu?" teriak Yoga kepada Helena, wanita yang sedang mengandung buah hatinya.

"Apa kamu bilang? aku w***********g? maksud kamu apa bicara seperti itu kepadaku? apa kamu tidak ingat bagaimana perlakuanmu kepadaku? perlakuanmu hanya manis di awal tapi pahit di akhir. kalau bukan karena aku sedang mengandung buah cinta kita, aku juga tidak sudi menemuimu," isak Helena yang tak menyangka kekasihnya akan berbuat seperti itu kepadanya.

"Apa kamu bilang? buah cinta kita? darimana aku tahu kalau itu adalah anak aku? bisa saja saat ini kamu sedang memanipulasi aku, agar aku mau bertanggung jawab dengan janin yang ada di dalam kandunganmu."

PLAKK ... sebuah tamparan keras sukses mendarat di pipi Yoga. tamparan itu terasa begitu sakit tetapi rasa sakit itu tidak setimpal dengan kehancuran yang menimpa kehidupan Helena Swan.

Ia tak menyangka pria yang selama ini ia cintai dengan begitu tulus tega mencampakan dirinya yang sedang mengandung buah cinta mereka.

Akankah Helena berhasil melewati badai kehidupannya dan hidup bahagia dengan buah hatinya, atau ia akan semakin terpuruk dan terjebak di dalam badai kehidupan?

Published in Maret 2021

Follow i********: @library_nimas

Follow akun Dreame, Innovel author jugaya ^^

Terima kasih :D

chap-preview
Free preview
BADAI KEHIDUPAN
Rintik hujan disertai dengan deraian air mata membasahi pipi manis milik Helena Swan wanita muda yang memiliki paras cantik yang harus memikul beban berat dalam hidupnya. Bagaimana tidak, di usianya yang masih menginjak kepala dua ia harus mengandung buah cintanya dengan sang kekasih yang sekarang entah kemana perginya. “Kenapa! Kenapa! Kenapa harus aku … kenapa tidak orang lain saja? kenapa harus aku yang menerima semua beban ini,” isaknya dalam dinginnya malam. Hanya penyesalan yang ada dalam benaknya. Masa depan yang seharusnya terlihat begitu bersinar kini …  perlahan harus meredup. Helena hanya menyenderkan kepalanya yang terasa begitu berat pada kaca jendela kosan miliknya. Pandanganya begitu kosong. Ia tidak tahu harus berbuat apa. Helena memukul-mukul perutnya yang saat itu sudah ada kehidupan didalamnya. “Kenapa … kenapa … kamu harus hadir dalam hidupku? Aku tidak sangup menerimamu.” “Enyah lah! Aku mohon enyahlah dari kehidupanku. Aku tidak mengharapkanmu.” Caci maki Helena kepada calon buah hatinya. Guyuran air hujan bertambah deras disertai dengan suara gemuruh halilintar yang menyambar-nyambar. “Tuhan … aku tahu aku salah. Aku tahu telah berdosa kepadamu, tetapi … Kenapa harus aku yang menerima jiwa kotor  ini Tuhan … kenapa bukan orang lain saja?” Seketika ia teringat dengan Yoga  pacarnya sekaligus ayah biologis dari bayi yang sedang ia kandung. Ia pun berusaha untuk mengambil ponsel milik nya dan ia berusaha untuk menghubungi Yoga kekasihnya yang telah menghilang sejak tiga hari lalu setelah ia memberikan kabar kehamilannya kepada Yoga. Helena tidak menyangka pria yang sangat ia cintai sepenuh hati, tega meninggalkan dirinya yang sedang berbadan dua. Sudah seratus tiga puluh lima kali Helana mencoba menghungi Yoga, tetapi hanya penolakan yang ia terima. Bahkan sekarang nomor telepon  Yoga  sudah tidak aktif lagi. Helena tidak mau jika hanya dirinya saja yang harus menangung semua beban ini. Kehamilan ini adalah sebuah aib baginya dan kedua orang tuanya. “Akkghh …,” Pekik Helena dengan begitu keras sehingga membuat teman kosnya datang untuk memeriksa kondisi Helena. Tok … Tok … bunyi pintu kamar Helena “Helena? Len  … kamu kenapa? Tolong buka pintunya.” Pinta teman kos Helena dari balik pintu. Helena memandang pintu kayu berwarna putih tulang itu dengan begitu nanar. Ia merasa begitu malu untuk menunjukan batang hidungnya di hadapan teman-temannya. Helena tidak ingin teman-temannya mengetahui kondisinya saat ini yang sedang berbadan dua. “Helena!” suara temanya mulai terdengar begitu keras dan kini ia mulai berusaha untuk memangil penjaga kosan untuk membuka pintu kamar Helena. “Aku tidak apa-apa … aku hanya takut ada kecoa di dalam kamar mandiku.” Jawab Helena dari dalam kamar miliknya. “Kamu yakin? Kamu tidak apa-apa?” “Iya May aku yakin.” “Buka pintunya dulu Helena. Aku mohon.” “May … aku mohon tolong tinggalkan aku sendiri terlebih dahulu. Aku ingin melihat drama korea yang belum sempat aku lihat kemarin.” “Oalah … yo wes nik koe pengen nonton drama. Nik butuh opo-opo langsung ning kamarku wae yo.” Perkataan Helena membuat Maya sedikit yakin dengan kondisi sahabatnya itu sedang baik-baik saja, buktinya saja sekarang Helena ingin menonton drama korea kesukaannya, dan jikapun ia memiliki sebuah masalah maka ia sangat yakin bahwa Helena akan membagi masalahnya itu kepadanya. Saat Maya ingin balik kekamarnya, ia berpapasan dengan cinta yang saat itu baru pulang dari rapat BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) “Baru balik Cin?” tegur Maya kepada Cinta yang berjalan dengan begitu sempoyongan. “Iya, May. Capek banget rasanya.” “Cin …” Potong Cinta yang saat itu sedang tidak ingin berbicara dengan siapa-siapa “May, aku langsung pergi kekamarku ya. aku ingin segera mandi terus tidur.” “Oh … oke.” Jawab Maya dengan singkat dan ia mulai bergegas pergi kekamarnya juga. Sesampainya ia di dalam kamar, pikirannya tidak bisa hilang dari kejadian tadi. Ingin rasanya Maya mendobrak pintu kamar milik sahabatnya itu dan ingin sekali ia mengintrogasi Helena. Tetapi Maya menghormati  privasi yang dimiliki oleh sahabatnya itu. Privasi yang  tidak semua orang boleh tahu termasuk dirinya. “Helena kenapa ya? kenapa sikapnya begitu aneh akhir-akhir ini dan kenapa ia juga sering mengunci dirinya di dalam kamar.” Gumam Maya dengan dirinya sendiri dengan pikiran yang berkelana sedari tadi. “Terserahlah! Helena juga sudah dewasa. Jika ada sesuatu hal yang menimpanya, ia pasti akan memberitahuku. Ya, aku yakin Helena tidak apa-apa.” Lanjut Maya. Ketika Maya sudah meninggalkannya sendirian di dalam kegelapan malam, Helena mulai menangis lagi. ia benar-benar menyesali perbuatan yang telah ia lakukan dengan Yoga. “Yoga … kamu kemana? Kenapa kamu menghindari aku seperti ini? aku membutuhkanmu Ga.” Sambil meringkuk Helana berbicara dengan calon bayinya. “Hei kamu … kenapa kamu harus hadir dalam hidup sekarang? Kenapa kamu memilihku untuk menjadi ibumu? Kamu tahu tidak kamu itu tidak di harapkan. Aku dan Yoga sama sekali tidak mengharapkanmu. Seharusnya kamu tidak pernah ada dalam kehidupanku dengan Yoga.” “Kamu tahu … gara-gara kamu kini Yoga kekasihku meninggalkanku sendirian dengan kondisi seperti ini. aku mohon pergilah dari dunia ini.” TING … Sebuah notifikasi pesan  muncul  di layar ponsel milik Helena yang membuatnya langsung bergegas bangun dari tempat tidur dan kini ia hanya memandangi pesan tersebut dengan tatapan kosong yang dipenuhi dengan amarah yang sangat besar. Hatinya sangat hancur ketika membaca pesan yang ia terima. Pesan yang ia tunggu-tunggu ternyata tidak sesuai dengan harapannya. “Helena, aku mohon kamu jangan pernah menghubungiku lagi. aku tahu kini kamu sedang berbadan dua dan aku pun belum siap untuk menjadi seorang ayah. Hidupku masih panjang Helena. Jika kamu mencintaiku tolong kamu enyahlah dari kehidupanku dan anggap saja kita tidak pernah kenal.” Begitu lah pesan yang Helena terima dari Yoga. “Yoga … bagaimana bisa kamu memperlakukan aku seperti ini? kemana janji-janji manismu Yoga … kemana Yoga yang dulu begitu perhatian kepadaku? Kemana Yoga yang begitu hangat? Kemana perginya Yoga yang aku kenal?” isak tangis Helena pecah kembali dengan di susulnya dengan bertambah deras guyuran air hujan. Sejenak Helena termenung meratapi badai yang datang dalam hidupnya. Ia tidak bisa hanya berdiam diri di dalam kamar tanpa melakukan sesuatu. Ya, tanpa berpikir panjang, Helena langsung menyambar jaket kulit miliknya dan ia mulai bergegas menuju pakiran motor yang berada di bawah. Sekilas ia melihat lebatnya guyuran air hujan dan suara petir yang menyambar-nyambar, namun hal itu tidak menghalangi dirinya untuk menyelesaikan sebuah masalah yang sedang menerpa hidupnya.        

editor-pick
Dreame-Editor's pick

bc

Hello Wife

read
1.4M
bc

Secret Marriage

read
949.5K
bc

You'll Be Mine (Indonesia)

read
223.3K
bc

T E A R S

read
317.9K
bc

FINDING THE ONE

read
34.9K
bc

Marriage Not Dating

read
560.9K
bc

Chiko, Let's Play!

read
23.9K

Scan code to download app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook