Jantung Ranum berderuh kencang saat berjalan di halaman besar rumah milik Agasta. Sungguh rasanya seluruh tubuh Ranum bergemetaran. "Kamu gugup?" tebak Agasta. Ranum mengenggam tangan Agasta erat. "Enggak! Aku cu--" "Sssttsss.. Jangan banyak alasan. Kamu pasti gugup, kan?" Ranum berdecak. "Kalau iya kenapa?" ucap Ranum masih berusaha menenangkan dirinya. Agasta malah tertawa sambil memandangi ekspresi Ranum yang tidak enak. Kemudian ia pergi semakin menarik Ranum hingga masuk dalam rumah megahnya. "Kamu duduk sini dulu!" perintah Agasta. Ranum melihat-lihat sekitar rumah Agasta, ada banyak maid yang bekerja di rumah itu. Bukan hanya itu desain rumahnya seperti rumah kaca impian Ranum sangat indah. Agasta menghampiri Sandra yang berada di ruang kerja papinya Hatta Abdi Prawir

