Athala tak menyangka Agasta akan melakukan hal seburuk ini. Dia tak bisa membiarkannya, tapi apa yang bisa dia harapkan. Setelah pulang dari penthounse milik Agasta, dia langsung pulang menemani Intan yang tengah belajar. "Ma, tadi om Agas kan." Athala mendengus pasrah. Dia tau Intan sangat menyayangi Agasta, jika mengetahui Agasta bersama Ranum. Intan bisa marah, walaupun sebenarnya Intan sudah mengetahui foto Ranum tapi Athala tau pasti jika anaknya itu sangat posesif pada Agasta, bahkan berharap Agasta menjadi ayahnya. "Bukan sayang." Bohong Athala. Intan memasang muka masam. "Intan salah lihat." Athala tau ini salah tapi mau bagaimana lagi, Intan terlalu manja pada Agasta. "Yah.. Intan kira om Agas." Seru gadis kecil itu sambil mengerjakan pekerjaan rumah dari sekolahnya. "Om

