Hilang.. Sepi.. Sunyi.. Itu yang Agasta rasakan saat ini. Ketika kembalinya jakarta, tidak ada lagi canda Ranum menghiasi harinya. Bahkan bayangan wanita itu tak pernah tampak sama sekali. Sebulan yang lalu Agasta kembali Jakarta dengan harapan bertemu Ranum. Namun Ranum sama sekali tidak bisa dia hubungi. Lebih lagi rumah Ranum telah di tempati orang lain. Sekarang jalannya buntu mencari keberadaan Ranum, bahkan Ranum juga sudah mengurus pindahan kuliahnya. Ini detik kehancuran yang Agasta rasakan. Dia bisa apa hidup tanpa Ranum. Ternyata benar kata orang, jika orang itu telah benar-benar pergi dalam hidup kita, disitulah kita baru menyadari betapa pentingnya dia. Agasta sangat menyesal karena belum sempat membahagiakan Ranum. Jalan hidup Agasta sungguh hampa tidak ada Ranum d

