Bab 51

1866 Words

Sesungguhnya Agasta sudah lelah mengenal seorang gadis, apalagi untuk dijodohkan dengan dirinya. Rasanya mustahil dia bisa jatuh cinta lagi, ini bukan masalah dengan siapa kita jatuh cinta, tapi ini masalah waktu. Waktu yang selalu tak pernah berpihak dengannya, dia bukan menolak cinta tapi lebih tepatnya Agasta ingin melupakan Ranum. Tapi Hatta dan Sandra seperti tidak sabar mengenali dirinya dengan wanita pilihan mereka. Setelah rapat selesai, Hatta dan Sandra mengajaknya pergi dari hotel. "Mi, buru-buru amat. Mau kemana sih?" Sandra berjalan sambil menggandeng Agasta. Laki-laki berharap orang tuanya segera kembali ke Jerman, semakin lama berada di Jakarta, mereka akan semakin membuat hidup Agasta rumit. "Kamu akan tau nanti. Sekarang ikut mami dan papi." Ucap Sandra antusias memb

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD