Seminggu berlalu, subuh menjelang. Ranum telah bangun dari tidurnya. Ia menatap gaun pengantin yang akan dia kenakan hari ini. Hanya tunggu beberapa jam lagi Ranum akan mengakhiri masa lajangnya bersama Raka. Dia harus bisa terima Raka, laki-laki yang akan menghabiskan masa tua bersamanya. Ranum keluar kamar dengan malas, dia melihat kedua orang tuanya sudah bersiap, begitu pula dengan Rangga. "Yaelah.. Lo belum siap juga." Komentar Rangga. Ranum benar-benar tak ada semangat, padahal seharusnya dia sudah make up. "Ranum, kenapa belum siap? Jam 7 kita udah harus berangkat loh." Kali ini giliran Ari papa dari Ranum berkomentar. Ranum hanya tersenyum, ia sama sekali tak menanggapi kata-kata dua orang ini. Tapi dia sadar tak mungkin mengecewakan siapapun, kadang dia memang harus sediki

