Bab 17

1631 Words

Ranum terpana dengan pemandangan sebuah rumah, sekarang dirinya berdiri tepat depan rumah itu. Rumah bak istana membuat Ranum tak dapat berkata-kata lagi. "Kamu kok bengong?" Agasta mengeluarkan suaranya. "Gas, ini rumah siapa? Kamu bawa aku kemana?" "Rumah aku." Sontak Ranum langsung menatap Agasta kaget. Lalu Ranum tertawa merasakan jika Agasta hanya bercandakan dirinya. Seorang laki-laki lebih tua dari mereka menghampiri. "Mas Agas, ini kunci rumahnya. Maaf lama menunggu." Kata Budi yang kebetulan penjaga rumah tersebut. "Belum lama juga kok." Ranum tergangga sambil menggeleng, betapa terkesima dirinya melihat rumah itu. Selama ini Agasta tidak pernah memberitahu hal keluarganya, dia hanya tau kedua orang tua Agasta berada di Jerman. Tapi sungguh Ranum tidak pernah menduga kal

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD