37. KEBENARAN

1208 Words

Perasaan Afifah terguncang saat sindiran demi sindiran terlontar dari mulut Barra. Dia terlihat sebal, namun menurun sidikit egonya agar tidak semakin panjang. Afifah mengajak Barra lebih dulu memberi selamat pada sahabatnya, daripada harus mengisi perut sama sekali. Jemari perempuan itu seakan menempel seperti lem disela jemari Barra. Kehangatan yang Barra berikan membuat Afifah bahagia. Jujurnya saja, ia Sama sekali tidak ingin melewati moment seperti ini. Banyak hal yang Afifah tak mengerti dari Barra. Termasuk tujuan memcintainya, Lalu melepaskan. Itu sakit bukan. Tapi untuk sekarang ia hanya bisa berharap Barra selalu disampingnya, dan melupakan Barra lah yang memperkosanya. Satu hal yang yang Afifah inginkan memaafkan Barra dan hidup bersamanya selamanya. "Mil, Selamat ya sayan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD