29

2824 Words

"Kak Karim, ngapain guling-guling di tanah gitu?" Karim refleks duduk dan bergeser ke belakang. Tatapannya waspada ke arah Kay yang masih terlihat khawatir. Kay mengernyit heran dan segera mendecak ketika sadar kernyitan itu pasti sudah merusak maskernya yang belum kering. Dia akan segera membersihkan masker ini begitu Karim berhasil dia evakuasi ke dalam. Omong-omong, Karim kenapa ya? Kay kembali melihat Karim. Cowok itu masih duduk dan memandangnya horor. Eh, horor? Apa Kay terlihat begitu menakutkan? Kay tersentak dan berjalan mendekat, tapi Karim dengan gesit mendekati Ibram yang setengah berbaring sambil sibuk makan kue warna-warni dari toples di depannya. Sepertinya bocah itu malah tidak sadar kalau Kay berdiri di dekatnya. Karim menggoncang-goncang lengan Ibram tapi pandangann

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD