"Rim, dijemput pacar tuh!" Sikutan di lengan itu menghentikan keasyikan Karim bermain game di ponselnya. Cowok itu menoleh ke samping, pada Lolon yang menatapnya sambil cengengesan, dengan wajah terganggu. "Paan?" Lolon mengedikkan dagu ke arah pintu sambil menaik-naikkan alisnya, memberi isyarat agar Karim mengikuti arah pandangannya. Dengan kening berkerut, Karim menoleh ke arah pintu dan agak terkesiap saat melihat Kay hanya melongokkan kepala ke dalam kelasnya. Cewek itu segera nyengir malu begitu Karim menyadari kehadirannya. Sedetik berikutnya dia menarik kepalanya dan bersembunyi di balik dinding. Bibir Karim bergerak ke atas mengulas senyum tipis melihat gaya Kay yang menurutnya sok malu-malu itu. Dasar Kay aneh. Dulu, sebelum mereka jalan bareng, rasanya Kay tidak pernah bers

