17

1680 Words

“Ecieee, yang senyumnya kagak luntur-luntur dari tadi....” Seruan heboh itu mengagetkan seluruh penghuni kelas IIS 3 yang sedang sibuk di bangkunya masing-masing. “Berisik banget sih, Tob! Masih pagi, juga, udah cari ribut aja!” protes Kiana yang sedang menyapu dan kebetulan posisinya paling dekat pintu. Sementara anak-anak lain ada yang menggerutu membenarkan, ada juga yang cuek bebek. Kay yang baru mau memasukkan tasnya ke dalam laci bangku menoleh kaget ke arah pintu. Tampak Tobi dan Paula yang berjalan beriringan sambil mengangkat jari perdamaian dan cengar-cengir ke seluruh penghuni kelas yang merasa terganggu. Ketika tatapan mereka beralih pada Kay, mereka segera dulu-duluan menghambur untuk bisa duduk di sebelah Kay. Tobi kontan manyun saat Paula berhasil sampai lebih dulu. “Ini

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD