“Selamat pagi, Dinar Rahayu,” sapa seorang lelaki yang sudah duduk di samping Dinar. Dinar menoleh ke samping, menatap lelaki itu sambil menampilkan senyum manisnya. “Pagi juga, Arya Putra yang nyebelin.” “Nyebelin tapi bikin sayang, gitu kan?” “Engga ada orang yang nyebelin bisa bikin sayang.” “Ada ko. Buktinya aku.” Dinar mencebikkan bibirnya. Menurutnya, Arya itu adalah satu dari sejuta orang yang paling percaya diri di dunia. “Udah deh, itu bibir jangan dimonyong-monyongin. Mirip bebek tahu,” ledek Arya. “Tuh kan nyebelin. Masa aku dimiripin sama bebek.” Dinar memalingkan wajah sambil melipat kedua tangannya yang ia taruh di depan d**a. Arya mendesah, “Yah, ngambek lagi.” Ia membuka tas ranselnya, mengambil sebuah cokelat yang memang sengaja ia beli. Diberikannya cokelat ter

