"Surat panggilan orang tua ini, mengapa kamu bisa mendapatkannya? "Tanya Alvaro.
"Kisah difitnah oleh orang atas kasus pembullyan tapi Keisha benar-benar tidak melakukannya, Kak!"jawab Keisha dengan jujur.
"Kalau kamu tidak salah mengapa kamu takut, kenapa kamu tidak langsung beri surat ini pada kakak, hah?" Tanya Alvaro dengan nada tinggi, Alvaro adalah sosok kakak yang baik namun ia juga bisa berubah menjadi sangat galakmelakukan kesalahan, hal ini dilakukannya hanya untuk mendidik adiknya.
"Keisha nggak mau ganggu kakak, tadi Kakak lagi sakit, Keisha nggak tega bu—"
"Alasan saja! "Ucap Alvaro yang kemudian keluar dari kamar Keisha.
Keesokan harinya, Alvaro ke sekolahan adiknya untuk memenuhi surat panggilan tersebut.
"Saya sangat menyayangkan kejadian ini, karena Keisha adalah murid terpintar di sekolahan ini, saya sungguh kecewa pada Keisha," ucap Pak Ibnu.
"Saya mohon maaf atas nama adik saya, saya akan tegur dia nanti di rumah! "Jawab Alvaro.
"Iya, dan satu lagi, Keisha tidak jadi menjadi perwakilan olimpiade matematika tingkat nasional untuk sekolahan ini karena imbas dari masalah kemarin tolong perbaiki attitude adik anda ya? "Ucap Pak Ibnu.
"Baik, Pak!" jawab Alvaro.
Siang hari kemudian, Kesha pulang ke rumahnya.
" Kamu lapar, mau makan siang? "Tanya Alvaro ketika mereka berpapasan.
"Iya Kak! "Jawab desa.
"Masak sendiri sana, Kakak lelah! "Ucap Alvaro.
" Tapi Keisha belum bisa masak? "Tolak kesa karena selama ini, Alvaro tidak pernah mengajari kisah cara memasak.
"Belajarlah,sana masak atau enggak usah makan sekalian! "Ucap Alvaro.
"Kakak kok galak sih, Kakak masih marah sama Keisha? bukankah Keisha sudah bilang kalau Keisha itu difitnah, biasa Tidak bohong, Kak! "Ucap Keisha.
" Mana ada maling aku? "Jawab Alvaro.
"Kisah beli makanan di luar saja, terserah Kakak mau percaya sama dengan ucapan kesal atau enggak! "Ucap Keisha yang kemudian pergi ke kamarnya.
Kamar desa.
Desa membanting tas sekolahnya keranjang dan kemudian mengganti baju.
"Sa? "Terdengar suara azzura yang memanggil Keisha.
"Iya, azora kamu di mana? "Tanya Keisha.
Azura kemudian menampakkan dirinya di depan Geisha dan Geisha sedikit terkejut, "Hugh, kamu ini, mengejutkanku saja! "
"Maaf! "Ucap ajura sambil tersenyum pada Keysha.
"Tak apa, ada apa? "Ucap desa.
"Ayo ikut denganku, ada yang mau aku tunjukkan padamu! "Jawab ajura.
"Baiklah! "Ucap kesah. Azura membawa kesaya ke suatu tempat, yang di mana ada seorang wanita cantik dan seorang pria di sana, desa dan ajura mengintip mereka berdua dari balik pohon.
"Itu Kinanti, manajerku yang telah membuat aku kehilangan nyawaku! "Ucap Azura, "tolong rekam pembicaraan mereka berdua, Sha!"pinta Azura pada Keysa. kemudian mengambil ponselnya dan merekam pembicaraan Kinanti dan seorang pria tersebut.
"Nadia sekarang menjadi lebih terkenal setelah kematian Azura, berkat dirimu anjura dapat dilenyapkan,"ucap pria tersebut yang bernama Jackson.
"Iya aku juga turut senang mendengar Nadia semakin terkenal karena menurutku Nadia lebih baik dan berkualitas daripada jurnal, ajura itu lebih b**o sih!"jawab Kinanti.
"Gimana dengan mayat Azura, ada di mana mayatnya? Kenapa belum ada yang menemukannya? "Ucap Jackson.
"Kami sangat cerdik untuk membunyikannya! "Jawab Kinanti.
"Baguslah!" Ucap Jackson.
"Hey, kamu! Mengapa merekam kami?" Ucapin nanti setelah melihat keberadaan Caesar yang sedang merekam dirinya.
"Lari Sha!" Ucap Azura dan Keisha kemudian lari dari sana dan Kinanti serta Jackson mengejarnya.
"Berhenti!" Teriak mereka berdua yang menyuruh Keisha untuk berhenti berlari. Namun Keisha terus berlari hingga Keisha terjatuh karena tersandung oleh batu yang ada di jalan. Kinanti dan Jackson akhirnya dapat menangkap kaisar.
"Kurang ajar kamu, hapus videonya!" pintar nanti.
"Nggak, video ini akan aku serahkan pada pihak berwajib! "Tolak kesa.
"Hapus video itu atau kami akan melakukan hal buruk padamu! "Ancaman Kinanti pada Keysa.
"Ba—baik! "Jawab kisah yang kemudian menghapus videonya.
" Ini, sudah! "Ucap kasar sambil menunjukkan layar ponselnya pada Kinanti dan Jackson.
"Oke, pergilah!"ucapin nanti dan Keisha kemudian pergi dari sana. Setelah jauh dari Kinanti dan Jackson ajura bertanya pada Keisha, "sa kenapa kamu hapus? "
"Tenang, Aku sudah mengirim rekaman itu ke ponselku yang ada di rumah! "Jawab Tessa. sebenarnya Keisha tadi berlari sambil mengirim video tersebut ke ponselnya yang lain, sungguh pintarnya Keisha.
"Oh tapi tidak cukup jika hanya video ini, kita harus cari bukti lain! "Ucap Azura.
"Bagaimana jika jenazahmu, kamu pasti tahu kan di mana lokasi jenazahmu terletak? "Ucap desa.
"Oh, iya aku lupa. Ayo sekarang ikut denganku! "Jawab aja lah.
Sore hari kemudian, Keisha pulang ke rumahnya usai menemukan jenazah azzura dan menyerahkan jenazah azzura pada pihak berwajib. Sesampainya di rumah, Kesha pergi ke kamarnya untuk mengambil ponselnya dan kemudian mengirim rekaman tersebut kepada pihak berwajib. Setelahnya kisah hendak istirahat namun tidak bisa karena perutnya keroncongan, desa kemudian pergi ke dapur dan melihat ada kakaknya yang sedang makan di meja makan. Desa hanya diam di depan meja makan dan terus melihat di kakaknya.
"Kenapa? Lapar? Sana ambil nasi, kita makan bersama!" Ucap Alvaro. Esa kemudian pergi ke arah wadah nasi yang ada di atas kompor, Sesampainya di sana ia membuka penutupnya dan ia tidak melihat adanya nasi di sana.
" Mana nasinya? "Tanya Keisha pada Alvaro.
" Oh, tak ada ya? Oh, iya kakak lupa kalau ternyata nasinya sudah habis, masaklah lagi kalau mau makan! "Jawab Alvaro.
"Kakak, kenapa Kakak jadi seperti ini, sih? Kesha lapar, loh?" ucap Kesha.