Dituduh Membully

1056 Words
"Mengapa seorang manager ingin membunuh artisnya sendiri?" ucap Kesha. "Dia hanya ingin menguasai seluruh hartaku dari kepopuleran sendiri!" jawab Azura. "Lalu mengapa kamu menggangguku?" tanya Kesha. "Aku tidak berniat mengganggumu, aku hanya ingin kamu membantuku saja untuk mendapatkan keadilan agar aku bisa pergi dengan tenang!" jawab Azura. "Kenapa harus aku, kenapa bukan murid lain yang ada di sekolahan ini?" tanya Kesha. "Mereka tidak bisa melihatku, hanya kamu yang bisa, karena mata batinmu terbuka dan itu membuatmu bisa melihat makhluk tak kasat mata, kamu adalah gadis indigo!" jawab Azura. "Aku juga baru tahu sekarang, kalau aku bisa melihat makhluk tak kasat mata!" ucap Kesha. "Tolong aku, tolong ungkap semuanya?" pinta Azura. "Iya, tapi bagaimana aku mengungkapnya?" tanya Kesha. "Aku tahu bagaimana caranya, kamu ikuti arahan dariku saja, lakukan semua yang aku katakan!" jawab Azura. "Baiklah aku akan menolongmu, aku akan mencari keadilan untukmu!" ucap Kesha. Keesokan harinya, Kesha tersadar dari komanya dan ia melihat ada Alvaro yang sedang tertidur disebelahnya, Kesha pun memanggil kakaknya, "Kakak?" Mendengar adanya suara, Alvaro kemudian terbangun dari tidurnya dan menjawab panggilan tersebut, "Iya, kakak disini, Baby!" "Kesha ada dimana?" tanya Kesha. "Dirumah sakit, kemarin kamu tenggelam di sungai belakang sekolahmu," jawab Alvaro. "Tenggelam, Kesha tidak tenggelam!" ucap Kesha dengan jujur karena dia tidak merasa tenggelam, bukankah kemarin ia bertemu dengan Azura di tempat yang begitu indah. "Mungkin kamu melupakan segalanya, tapi kemarin kamu memang tenggelam!" ucap Alvaro. Dua hari kemudian, Kesha sudah pulang dari rumah sakit dan saat ini ia berada didalam mobil bersama dengan kakaknya untuk menuju ke kantor Laura Dry Beuty karena akan mempromosikan produk kosmetik terbaru keluaran dari LDB. Sesampainya disana, seperti biasa Kesha langsung naik ke atas panggung yang akan menjadi lokasi syutingnya dan Alvaro duduk di kursi yang ada di bawah panggung, selama ini Alvaro selalu ikut ke semua kegiatan syuting Kesha untuk menjaga keamanan adiknya. "Camera?" ucap Velia. "Rolling," jawab Rahmat. "And action!" ucap Velia. Kesha kemudian memulai gaya pemotretannya dengan membawa serum kecantikan yang merupakan keluaran terbaru dari Laura Dry Beuty. Ckrik, ckrik, suara dan kilatan dari camera memenuhi ruangan tersebut. "Cut!" ucap Velia. "Kesha, coba dagumu agak diangkat lagi, sedikit saja dan dekatkan serumnya ke pipi kananmu!" lanjut Velia. Kesha kemudian mengikuti arahan dari Velia dan pemotretan kembali dilakukan, suara dan kilatan cahaya kembali memenuhi ruangan itu. "Cut. Oke, keren!" ucap Velia. Setelah semua tugas selesai, Kesha dan Alvaro pulang ke rumahnya. Keesokan harinya, Kesha pergi ke sekolah seperti biasanya. "Sha? " panggil Debby. Kesha kemudian menoleh dan bertanya, "Iya, ada apa?" "Gimana keadaanmu? " tanya Debby pada Kesha. "Baik-baik saja! "jawab Kesha. "Serius? Kamu waktu itu tenggelam, loh? " tanya Debby lagi, karena Debby belum yakin dengan jawaban dari Kesha. Sebelum Kesha menjawab pertanyaan dari Debby, seseorang memanggil Kesha, "Sha? " panggilnya. Kesha dan Debby menoleh dan kemudian menjawab, "Iya, ada apa Muthia?" Muthia menjawab, "Kesha, kamu tadi dicari sama Pak Rekal, katanya disuruh ke ruangannya." "Ada apa, memangnya?" tanya balik Kesha pada Muthia. Muthia menjawab, "Entahlah, aku juga tidak tahu!" "Baiklah, nanti aku ke sana! "jawab Kesha. Setelah Muthia pergi, Kesha langsung ke ruangan Pak Rekal. "Permisi?" ucap Kesha sambil membuka pintu ruang tersebut. "Silahkan, masuk! " jawab Rekal. Kesha kemudian masuk dan duduk di kursi yang terletak di depan Pak Rekal berada. "Lusa akan ada olimpiade Matematika tingkat nasional dan kamu akan menjadi perwakilan dari sekolahan ini! " ucap Rekal yang langsung menjelaskan alasannya memanggil Kesha untuk ke ruangannya. "Baik! " jawab Kesha sambil tersenyum. "Ini adalah rekapan materi yang akan masuk di dalam soal olimpiade lusa nanti! " ucap Rekal sambil memberikan map yang berwarna hijau pada Kesha dan Kesha kemudian menerimanya. Pukul 09.30 Wib, seluruh murid keluar dari kelasnya masing-masing untuk beristirahat. Seorang siswi pergi ke belakang sekolah dengan diikuti oleh tiga orang siswi lainnya. "Heh, Cupu! " ucap Namira sambil menjambak rambut seorang gadis yang memakai kacamata, gadis yang dijambak itu kemudian mendongakkan kepalanya ke atas. "Kenapa kalian selalu membullyku? Apa salahku pada kalian? " tanya Keira. "Karena kamu culun!" jawab Naomi. Plak. Namira menampar Keira hingga menyebabkan pipi Keira memerah. "Sekarang, pergilah ke ruang waka kesiswaan atau bimbingan konseling dan laporkan pada mereka, kalau kamu telah dibully tapi jangan bilang kalau kami pelakunya! " ucap Namira. "Lalu?" tanya Keira sambil memegang pipinya yang terasa perih dan panas akibat tamparan dari Namira. "Bilang saja, kalau Kesha yang membullymu!" jawab Adira. "Enggak, aku gak mau fitnah orang! " tolak Keira. "Kalau kamu enggak mau, maka kami akan terus membullymu. Bahkan setiap hari! " ancam Namira. Keira yang takut dengan ancaman Namira kemudian terpaksa menurut, "Baiklah, tapi besok dan untuk seterusnya jangan bully aku! " "Oke! "Jawab Namira. Keira kemudian pergi ke ruang Waka kesiswaan dan melaporkan Kesha atas kasus pembullyan. Pukul 12.15 Wib, seorang Guru masuk ke kelas Kesha. "Permisi, saya kemari hanya ingin memanggil Kesha? " tanya Guru yang masuk ke kelas Kesha tersebut. "Ada apa memangnya, Bu Fani? " tanya Pak Rasyid. "Kesha dipanggil oleh Waka kesiswaan, Saya tidak tahu ada masalah apa? " jawab Bu Fani. "Baiklah, Kesha silakan temui Pak Ibnu sekarang" ucap Pak Rasyid yang mempersilahkan Kesha untuk menemui Waka kesiswaan tersebut. "Baik, Pak!" jawab Kesha yang kemudian pergi ke ruang Waka kesiswaan. Pukul 13.30 Wib, Kesha pulang ke rumahnya dan ia langsung pergi ke kamar kakaknya, hari ini Alvaro sedang tidak bekerja karena sedang tidak enak badan. Tok tok tok. Kesha mengetuk pintu kamar Alvaro. "Masuk, Sha!" ucap Alvaro yang mempersilahkan adiknya untuk masuk ke dalam kamarnya. Kesha kemudian masuk dan bertanya tentang keadaan Alvaro saat ini, "Bagaimana kondisi kakak sekarang?" "Sedikit lebih baik, hanya masih sakit kepala saja" jawab Alvaro. Sebenarnya Kesha tadi berniat untuk memberikan surat panggilan orang tua pada Alvaro, namun tidak jadi dan Kesha memilih untuk menyembunyikan surat tersebut di saku roknya karena ia kasihan pada kakaknya saat ini Alvaro sedang sakit dan tidak mungkin ia menambah beban pikiran kakaknya tersebut. Malam hari kemudian, Alvaro sudah lebih membaik dari sebelumnya dan ia pergi ke kamar adiknya untuk melihat apakah adiknya itu Sudah tidur atau belum. Namun, ketika Alvaro masuk ia malah menemukan surat panggilan orang tua milik Kesha dan Alvaro kemudian membacanya, setelah membaca isi surat tersebut, ekspresi wajah Alvaro yang tadinya santai kini berubah, Alvaro kemudian memanggil adiknya dengan suara lantang,"Kesha?" Suara lantang dari Alvaro tersebut mengagetkan Kesha sehingga membuat Kesha terbangun dari tidurnya. "Ada apa, Kak?" tanya Kesha dengan suara yang lembut karena takut dimarahi oleh Alvaro.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD