Bab 26. Soal Hati yang Terpaksa Mengalah

1444 Words

Irene duduk di meja belajar bersama Nala, membantu gadis kecil itu mengerjakan pekerjaan rumah. Dengan sabar, Irene menjelaskan soal matematika yang dirasa Nala sulit. "Mama Irene, ini kok rumit banget, sih?" keluh Nala sambil memutar-mutar pensilnya. Irene tersenyum lembut. "Nggak rumit kok, Sayang. Coba lihat lagi, ini cuma soal tambah-tambah biasa. Kalau apel ada lima, ditambah dua, jadi berapa?" Nala menggigit ujung pensil, lalu menjawab, "Tujuh!" "Betul!" Irene tersenyum puas. "Lihat? Kamu pintar kalau mau fokus. Nah, sekarang tinggal dikurang tiga." Saat itu, Darrel masuk ke ruang tamu sambil membawa paper bag. Aroma menggoda langsung memenuhi ruangan. "Nala, Irene, istirahat sebentar, ya. Aku bawa martabak telur kesukaan kalian," katanya sambil meletakkan kantong itu di meja.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD