Nala duduk di ruang tengah dengan penuh semangat, tangannya sibuk membuka satu per satu kotak mainan baru yang ia bawa dari perjalanan bersama Livia dan Nyonya Ratna. Ada satu set masak-masakan lengkap, boneka mini dalam jumlah yang banyak, hingga pakaian-pakaian cantik untuk boneka-boneka itu. “Opa, lihat! Ini keren banget!” seru Nala sambil memamerkan salah satu boneka mini pada Tuan Dion yang baru saja masuk ke ruang tengah. Tuan Dion memerhatikan tumpukan mainan di sekitar Nala. "Kamu belanja banyak sekali, Nala?" "Iya, Opa. Bagus-bagus, 'kan?" Tuan Dion menganggukkan kepalanya. Ia tersenyum kecil, kemudian duduk di sofa, memperhatikan cucunya yang begitu bersemangat. “Siapa yang belikan semua ini, Nala?” tanya Tuan Dion sambil melirik Nala, istrinya, dan Livia secara bergantia

