Bab 33. Kamu Akan Menangis Darah

1267 Words

“Jadi, aku harus mengepel seluruh ruangan hanya dengan lap ini?” Maya tersenyum semakin lebar. “Benar. Mulai dari ruang tamu, ruang keluarga, ruang makan, hingga lorong kamar. Jangan lupa sudut-sudutnya. Aku tidak mau melihat setitik debu pun tersisa.” Linda kembali memprotes. “Tapi Mbak Maya—” Irene mengangkat tangan, menghentikan Linda. Ia menatap Maya dengan ekspresi tenang, lalu tersenyum miring. “Baiklah, aku akan lakukan.” Linda menoleh dengan kaget. “Bu Irene, serius?” Irene berjongkok, mengambil lap kotor itu, lalu mengibaskannya sedikit sebelum tersenyum manis ke arah Maya. “Aku akan mengepel dengan tangan seperti yang kau inginkan, tapi kau harus bertanggung jawab jika ada yang rusak di tanganku. Tangan ini berharga, tahu?” Maya mencibir. “Memangnya tanganmu itu tangan berl

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD