Bab 14. Kedatangan Tuan Dion

1331 Words

Darrel keluar dari kamar dengan langkah malas, wajahnya masih menunjukkan sisa-sisa kantuk yang belum sepenuhnya pergi. Rambutnya sedikit berantakan, dan ia masih mengenakan kaus oblong dengan celana pendek. Saat melangkah menuju ruang tengah, Irene baru saja keluar dari kamar Nala dengan wajah segar. “Sudah bangun, Tuan?” tanya Irene sambil tersenyum kecil. Darrel mengangguk pelan, membalas senyum itu meski matanya masih setengah terpejam. “Iya, sudah. Bau makanan enak sampai ke kamar. Kamu masak sop ayam, kan?” “Betul. Sop ayam dan sambal kecap, sesuai permintaan,” jawab Irene sambil berjalan mendahului ke meja makan. Ia segera menata piring dan sendok di atas meja. “Perlu dipanaskan dulu makanannya?” Darrel menggeleng. “Nggak usah. Sudah lapar banget. Kamu sendiri kayaknya mau pergi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD