Bab 15. Pertentangan Batin

1120 Words

Irene duduk di salah satu bangku kayu di halaman panti asuhan, tempat yang selalu memberinya ketenangan di tengah badai yang menerpa hidupnya. Namun, hari itu, ketenangan itu tidak datang. Kata-kata Tuan Dion masih terngiang di benaknya, mengisi setiap sudut pikirannya seperti gema yang tak kunjung reda. "Jika kalian saling mencintai, lebih baik kalian segera menikah dan tinggal jauh supaya Mama tidak merecoki hubungan kalian. Tapi jika kalian ragu, lebih baik kalian berpisah. Keberadaan kalian hanya akan menyakiti satu sama lain." Ia memejamkan mata, mencoba mencerna setiap kata yang diucapkan oleh ayah Darrel. Ucapan itu begitu lugas, tanpa basa-basi, tetapi justru karena itulah ia merasa tertekan. “Menikah, berpisah...” gumam Irene pelan, nyaris tak terdengar di tengah angin yang ber

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD