Irene mengantar Nala ke sekolah seperti biasanya. Ketika mobil berhenti di depan gerbang, Nala langsung mengulurkan tangan kecilnya kepada Irene. "Mama, cium dulu, dong!" rengek Nala manja. "Masa anaknya didiemin, ntar jamuran." Irene tersenyum lembut, mencium kedua pipi Nala bergantian. "Belajar yang rajin, ya, Sayang. Jangan lupa makan siangmu. Jangan jajan yang aneh-aneh dan...." "Jangan bertengkar dengan teman," lanjut Nala. "Bagus. Nala anak pintar! Ingat pesan mama tadi, ya. Kalau kamu nggak nurut, nanti manggilnya tante lagi, bukan mama." Nala mengangguk antusias, melambaikan tangan sebelum berlari masuk ke sekolah. Irene memandanginya dengan tatapan hangat sebelum kembali masuk ke mobil. "Bu, mau langsung pulang?" tanya sopir, melirik Irene dari kaca spion. Irene menggeleng

