Bab 18. Mau Punya Adik

1113 Words

Pagi itu dimulai dengan jeritan keras dari Irene yang terdengar hingga ke lantai bawah. “AAAAAH! DARREL!!!” Darrel, yang masih setengah sadar, langsung terlonjak dari tidurnya. Matanya masih berat, tapi suaranya panik. “Maling! Mana maling?!” Irene menatapnya dengan wajah merah padam, kedua tangan disilangkan di depan d**a. “Apa-apaan kamu, hah?! Kenapa tidur pakai peluk aku?!” Darrel masih kebingungan. "Maling, mana malingnya?" Irene menoyor kepala Darrel. "Nggak ada maling! Kamu malingnya. Dasar c***l!" "Siapa yang c***l!" "Kamu! Kenapa kamu tidur peluk aku, hah? Apa kalau nggak c***l, namanya? Dasar otak m***m!" "Mana ada. Aku nggak peluk kamu kok. Aku peluk Nala tadi!" Matanya melirik ke kanan dan kiri, mencari Nala. “Mana Nala? Bukannya dia yang tidur di tengah?” Darrel me

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD