Irene tiba di rumah hampir tengah malam dengan rasa lelah setelah seharian berada di panti asuhan. Suasana rumah tampak tenang dari luar, tapi begitu ia membuka pintu, suara tangisan keras terdengar memecah keheningan. Irene segera masuk, melihat Linda sedang duduk di sofa dengan wajah kusut, sementara Darrel berdiri di sudut ruang tamu dengan ekspresi cemberut. Di sisi lain, Nala terduduk di lantai dengan mata basah dan tangisannya yang menggema. “Ada apa ini?” Irene bertanya dengan nada cemas, menghampiri mereka. Darrel mendongak, tatapannya penuh frustasi. “Anak ini menangis sejak siang, terus mencarimu. Aku sudah mencoba menenangkannya tapi sia-sia.” Begitu melihat Irene, Nala langsung bangkit dan berlari ke arahnya. Tangannya yang kecil melingkari pinggang Irene, dan suara tangisa

