Suara lantang Nyonya Delusa menghentak kuat di pendengaran Yuna dan Reynard. Membuat Reynard terperangah, melepaskan lengan Yuna dari cengkeramannya. Langkah kaki Nyonya Delusa melangkah lebar dengan sorotan mata menghunus tajam."Kau apa, kan dia? Sampai membuat Yuna menjerit kesakitan begitu, Rey?!" tanyanya. Saling bersilang tatapan pada netra masing-masing, seolah berbicara penuh lewat pandangan itu. Sangat jelas, jika Reynard bersusah payah untuk menelan salivanya. "A-aku aku, kita--"Reynard gelagapan. Lidahnya kelu seketika. "Ini, Ma, tadi ada kecoa di tangan Yuna. Jadi Tuan, eh maksudku, Mas Rey membantuku untuk membuangnya," sanggah Yuna. Sontak membuat Reynard melirik penuh pada Yuna. Ia bergeming. Matanya tidak berkedip sama sekali. Wajah Yuna terisi dalam manik mata elangny

