Bab 18

1295 Words

Tiga hari setelah kedatangan Nyonya Delusa. Kini Yuna tengah menekuk lutut, merangkul lututnya duduk di pinggir jendela kamar. Tatapan kosong membelah pandangan jauh kedepan. Dengan selembar kartu nama yang ia pegang. Semenjak kehadiran Nyonya Delusa tiga hari yang lalu, Yuna menimang-nimang tawaran itu. Dia tidak mungkin bisa cepat membayar hutang dengan jumlah yang sama sekali tidak sedikit. Ditambah, kata Fika ia juga di pecat dari restauran tempat ia bekerja. Ia telah melebihi masa libur yang di berikan oleh sang Bos-tempat ia bekerja. Bukan pemecatan terhadap dirinya yang menjadi bumerang dalam hidupnya, tetapi tawaran Nyonya Delusa untuk menikahi anaknya. Sekali lagi Yuna, netra miliknya menatap lekat pada kartu nama itu. Sedetik kemudian ia bergegas beranjak dari duduknya. 'Se

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD