Sudah berhari-hari Zahra mengurung diri di dalam kamar. Males melakukan aktivitas apa-apa, hidupnya terasa tidak tenang memikirkan nasib ketiga anak panti yang diculik, yang hingga kini masih belum mendapat kabar apapun dari kepolisian. Hal itu membuat Erwin kerepotan. Karena selain harus mengurusi warung ayam gepreknya yang selalu ramai, Erwin juga harus bolak-balik ke rumah untuk menjenguk Zahra. "Kamu udah makan?" tanya Erwin duduk di tepi ranjang sambil menatap Zahra yang terdiam dengan tatapan kosong. Zahra menjawab pertanyaan Erwin dengan gelengan. "Aku ambilin makan, ya?" lirih Erwin mengelus-ngelus kaki Zahra. Namun Zahra masih menggeleng. "Nanti sakit, lho, perut kamu belum diisi sejak pagi?" Zahra tetap menggeleng. Erwin menghela napas, bingung bagaimana cara menghib

