"Kita mau kemana, sih, Ma?" tanya Rena ketika mereka sudah mulai memasuki kabin pesawat. "Kita mau liburan, Sayang." Viola mencium Rena yang duduk di sebelahnya. "Kok, nggak ngajak Papa Erwin, sih?" Rena mengerucutkan bibirnya. Viola menghela napas. Entah kenapa ia merasa bersalah kepada Erwin. Perempuan itu melirik ke arah Rustam yang tersenyum ke arahnya. Sebentar lagi pesawat akan take off. Mereka mulai bersiap-siap memakai sabuk pengaman. "Kamu tidur, ya. Perjalanan kita jauh." Viola mengusap-usap puncak kepala Rena. Tak lama setelah Rena tertidur. Viola langsung menatap Rustam dengan tatapan bertanya-tanya. "Apa ini keputusan yang paling tepat, Mas?" tanyanya. "Aku nggak pengen jadi beban orangtua kamu. Karena nggak becus ngurusin perusahaan. Lagi pula aku punya usaha sen

