"Bukannya sekarang ada banyak kerjaan di kantor, Fan?" tanya Erwin kepada Refan yang sibuk mengemudi. "Saya bisa ambil cuti hari ini juga, hanya demi Bapak." Refan tersenyum. "Jangan panggil saya, Bapak!" ujar Erwin sambil membenarkan letak kepala Zahra yang bersender di bahunya agar lebih nyaman. Perempuan itu tertidur, karena perjalanan dari Jakarta ke Bandung, Jawa Barat lumayan melelahkan. "Sebenarnya saya disuruh oleh Pak Dendy untuk menemui Bapak." "Kenapa?" "Saya ingin memberi informasi, bahwa…" Refan menghela napas panjang sambil mengerem mobilnya karena lampu merah. "Perusahaan Pak Dendy bangkrut." "Bagaimana bisa? I phone produk perusahaan itu bukannya lagi naik daun. Fitur-fitur di dalam ponselnya juga canggih. Mustahil kalau mereka kalah saing dalam penjualan." Erwin t

