pangeran yang penasaran part 2

1356 Words
Pangeran alexander Louis adalah putra mahkota Di Kerajaan barat dreamyland. Di usia nya yang masih 17 tahun, ia di paksa untuk dewasa,belajar tentang politik dan semua yang di perlukan agar siap menjadi pemimpin di Kerajaan nya. Bahkan menikah demi memperkuat kerajaan. Selain kemampuan dalam memimpin kerajaan, ia juga Memiliki ketampanan dan pribadi yang ramah dan ceria. membuat putri bangsawan manapun mengidolakannya tak terkecuali cataluna violet. Di malam setelah pesta ulang tahun Sang pangeran usai, Sang Raja memperkenalkan tunangannya untuk pertama kali. Ia bertunangan dengan Putri Caroline dari Kerajaan timur dreanyland yang terkenal dengan kecantikan dan kepandaian nya. Setelah menyapa keluarga kerajaan dengan formal, putri Caroline berjalan2 di taman menikmati indahnya cahaya bulan purnama bersama pangeran louis. Walaupun keduanya tampak serasi bersama, Sang pangeran terlihat memikirkan hal lain. violet??? Sang putri yang menyadari hal itupun merasa tidak nyaman dan bertanya. "Apa yang sedang kau pikirkan pangeran? " "Ya? Menurutmu... Kenapa seseorang yang selalu mengejarmu, tiba-tiba berubah seolah tidak mengenalmu? " Sang putri sempat bingung dengan pertanyaan tiba-tiba Sang pangeran, tapi ia lalu mengingat bahwa pangeran louis terkenal memiliki banyak penggemar sama seperti dirinya. "Menurut saya, alasannya hanya 2 pangeran" Sang pangeran memperhatikan dengan seksama. "Yang pertama, karna dia sudah lelah dan bosan. Yang kedua karna ada orang lain yang di sukainya. Seharusnya Anda tak perlu terganggu oleh mereka pangeran" "Ya.mereka hanya putri biasa yang kecantikan dan derajatnya bahkan tidak bisa di bandingkan denganmu" Sang putri tersenyum mendengar pujiannya, sayangnya Sang pangeran masih belum selesai membahas tentang Sang penggemar. "aku terganggu karna ia akhirnya menjalin kasih dengan seseorang yang berada jauh di bawahku.Ia berpasangan dengan pengawal pribadinya sendiri" Mendengar hal itu Sang putri tak dapat menyembunyikan keterkejutan dari wajahnya,dahinya berkerut. "Anda tak dapat di bandingkan dengan pengawal rendahan itu pangeran. Ia pasti mengalami gangguan penglihatan atau penyakit aneh lainnya sehingga menyukai pengawalnya sendiri. Tapi saya berharap,mulai sekarang Anda hanya memikirkan saya saat sedang bersama anda" Pangeran bisa menangkap ketidaksukaan Sang putri karna pembicaraannya tentang violet, Ia lalu mencoba membicarakan hal lain. yang lebih penting untuk dibicarakan sebelum ia menikah. "Sejujurnya aku terkejut karna ternyata tunanganku adalah dirimu. Padahal beberapa tahun yang lalu, kita hampir menjadi saudara" Raut wajah Caroline yang tadinya kesal kini berubah sedih "Ini semua kehendak kerajaan kita, perasaan kita sama sekali tak di butuhkan disini" Jawab putri Caroline datar "Apakah kau tak memiliki perasaan apapun lagi pada mendiang kakak ku? " Tanya Sang pangeran "Jangan membicarakan orang yang sudah tiada pangeran. Sebaiknya kita menjalani peran sebaik-baiknya. Sebagai penerus kerajaan barat dan timur" "Kau benar putri, tapi rasanya menyakitkan. Menjalani pernikahan tanpa cinta" Pembicaraan nya dengan pangeran louis membuat suasana hatinya kacau, ia menghela nafas lalu berjalan meninggalkan louis "Kau mau kemana? " Sang putri berhenti tanpa berbalik "Tiba-tiba saya merasa sangat lelah, saya ingin beristirahat. Anda juga sebaiknya segera beristirahat dan tidak memikirkan penggemar Anda yang gila itu" Putri Caroline lalu meninggalkan pangeran sendiri di taman. Untuk sesaat ia menyesali ucapannya pada Caroline, tapi ia tak mau memaksakan diri menikah dengan orang yang sudah sejak dulu di anggap nya sebagai kakak. Dulu Putri Caroline hampir menikah dengan kakaknya alexander collin yang meninggal dalam kebakaran beberapa tahun yang lalu. Pangeran pun kembali kedalam istana untuk beristirahat. Ketika Sang pangeran akan memejamkan mata, lagi2 ia teringat dengan violet. biasanya setiap ada pesta yang akan dihadirinya,violet selalu datang memakai segala hal yang bisa menarik perhatiannya. sayangnya segala hal yang di kenalan oleh violet maupun sikapnya sama sekali tidak membuatnya tertarik. Violet malah terlihat mengganggu bak serangga. Tapi malam itu ia melihat violet dalam balutan gaun dan riasan sederhana, menunjukan kecantikan sejatinya yang bagai seorang peri. Di tambah tingkah lemah lembut dan sopan yang belum pernah di lihatnya dari seorang violet membuat jantungnya berdebar. "Aku tak menyangka dia bisa bersikap sopan begitu, ia terlihat manis dan anggun" lama-lama debaran itu berubah menjadi kemarahan mengingat violet yang berciuman mesra dengan pengawalnya sendiri. Keesokan harinya. setelah tunangan nya kembali ke kerajaannya di daerah timur,pangeran mencari tahu dimana violet tinggal. Ia bergegas kerumah violet dengan alasan ingin menjenguknya yang sedang sakit. Tapi kecewa harus di telannya karna violet menghilang bersama pengawal pribadinya. hujan yang turun lebat di hari itu membuat nya tertahan di rumah violet. Hujan berhenti turun saat hari mulai gelap, disaat itulah Orion kembali ke rumah violet dalam keadaan basah kuyup dengan wajah sedih dan bingung. Ia bertanya, apakah violet sudah kembali? Karna ketika hujan mulai mereda ia berkeliling di seluruh hutan untuk mencari violet yang menghilang dengan misterius,tapi tak menemukan jejaknya sama sekali. Sang pangeran yang sedang berada disana merasa geram dan marah setelah mengetahui violet menghilang karna kecerobohan Orion, saat itu juga ia memerintahkan agar Orion di penggal. Sang ibu yang menyayangi Orion memohon agar pangeran tidak terburu-buru menjatuhkan hukuman, Orion pun akhirnya di bawa ke istana oleh pangeran dan di masukkan kedalam penjara. Violet yang mengetahui alasan Orion di penjara hendak bergegas ke istana untuk membebaskannya. Sang ayah yang sedari tadi diam melihat kepulangan anaknya lalu mendekati violet dengan wajah yang merah padam, ia menjewer telinganya sampai violet mengaduh kesakitan, Sang ibu lalu menolong anaknya. "Cukup suamiku! " "Ini pasti karna anak manja ini memaksa Orion membawanya keluar" Omel Sang ayah. "Ayah tahu, Orion tak kan pernah pergi bersamamu tanpa mengatakan kemana ia pergi! " Wajah violet terlihat menyesal karna apa yang di katakan ayahnya benar. " Padahal kakimu kan sedang sakit, bagaimana kau bisa berjalan ke hutan? " "Kakiku sudah sembuh ibu.. " Violet memperlihatkan kakinya yang sembuh. "Bagaimana bisa? " "Ada seseorang yang baik menyembuhkan ku, semalam aku menginap di rumahnya karena kelelahan" "Kau memang sudah sembuh dan kembali, lantas bagaimana dengan Orion yang kau korbankan? " Lagi-lagi ayah menghawatirkan anak dari sahabatnya itu. Sang ibu lalu membela violet lagi "Suamiku, anak kita baru saja kembali, biarkan ia beristirahat dulu, baru nanti kita ke istana dan memohon agar Orion di bebaskan" Sang ayah tak menjawab permohonan Sang ibu. Violet juga tak bisa tenang beristirahat mengingat Orion yang sedang berada di penjara. Ia pun dengan sisa tenaganya lalu memaksakan diri untuk pergi ke istana tanpa mengganti gaun tidurnya. "Tak apa ibu, aku yang menyebabkan orion di penjara, jadi biar aku yang membawanya kembali" Sang ayah diam saja seolah menyetujui, sang ibu juga tak berani melarang violet karna ayah masih tampak murka. Violet dan beberapa pengawalnya menuju istana. sesampainya disana, pengawal istana melaporkan kedatangan violet. sang pangeran terlihat senang dengan kedatangannya,buru-buru ia menemui violet yang sedang menunggunya di taman bunga kerajaan. Dari kejauhan violet yang masih mengenakan gaun tidur milik ibu Draco,terlihat begitu manis. Pengawal istana yang berada di dekatnya mengumumkan kedatangan pangeran, violet pun berbalik memberikan salamnya. "Selamat siang pangeran" Ucap violet sopan,sang pangeran lagi-lagi meraih tangan violet dan mengecupnya. "Selamat datang nona violet. Bagaimana kabar anda? Karna kaki Anda terkilir di pesta,saya datang ke rumah Anda untuk menjenguk" "ibu saya sudah menceritakan kedatangan Anda,Maaf karna kita tak dapat bertemu. Sekarang kaki saya sudah sembuh" "Kemana Anda pergi kemarin? " "Saya dibawa oleh teman untuk di obati di rumahnya,setelah itu saya tertidur karna kelelahan. Dan saya lupa memberitahu pengawal saya. Kedatangan saya kemari untuk menjemputnya" Pangeran nampak berfikir sebelum menjawab "Entahlah nona, membahayakan nyawa seorang bangsawan adalah kesalahan yang berat, seperti nya saya tidak bisa membebaskannya begitu saja" Violet menggigit bibirnya karna kecewa dengan jawaban sang pangeran,tapi ia tak menyerah "Katakan apa yang harus saya lakukan untuk membebaskannya" "kau bersedia untuk melakukan apapun? " Sempat ragu untuk menjawab, tapi violet tak ingin orion menderita karna dirinya. "Tentu pangeran" "Wah... Wah... Sepertinya pengawalmu sangat berharga hingga kau bersikeras begini" Violet terdiam mendengar pendapat nya. "Tak sulit, kau hanya harus datang setiap kali aku membutuhkan mu" Violet terlihat berfikir sebentar "Baiklah... Saya akan memenuhi keinginan pangeran" Sang pangeran terlihat bahagia, "Membawa pengawal itu kemari, adalah langkah yang tepat" Pikirnya Ia lalu membawa violet ke tempat orion di tahan,penjaga penjara lalu membuka pintunya sesuai dengan titah pangeran. Melihat Orion yang keluar dari penjara membuat Violet datang menghampiri dan memeluknya, membuat orion terkejut. sedangkan pangeran terlihat memalingkan wajahnya ke arah lain, ia benci dengan pemandangan itu. "kau baik2 saja orion? " Tanya violet masih sambil memeluk Orion. "Dasar bodoh, Harusnya aku yang bertanya padamu " "Aku juga baik2 saja" Jawab violet lemah. Ia berbohong. Karna sedetik kemudian, violet jatuh pingsan.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD