di jodohkan???

1130 Words
Violet pingsan sambil memeluk Orion, dengan sigap ia menangkap tubuh nya yang lemah. "Sejak kemarin ia belum mendapatkan asupan energi,tubuhnya sangat lemah" Pikir orion. Sang pangeran yang khawatir bergegas menyuruh pengawal memanggil dokter kerajaan. Tapi Orion mencegahnya dan mengatakan bahwa violet hanya kelelahan. ia lalu berpamitan pada pangeran untuk membawanya pulang ke rumah dan beristirahat. Dengan berat hati Sang pangeran mengizinkan Orion pergi membawa violet yang masih pingsan. Di dalam kereta kuda yang berjalan pulang, Orion menciumnya. Violet pun bangun dari pingsannya. "Kau baik-baik saja? " Tanya Orion khawatir. Violet malah memukul d**a Orion dengan wajah cemberut "Aww! Aku sudah menolongmu dan ini balasanmu? " Tanya Orion heran sembari mengusap dadanya. "Kenapa kau meninggalkan aku lama sekali di hutan kemarin? " Sempat ragu,tapi akhirnya Orion menceritakan trauma nya pada violet hingga ia akhirnya bisa memaafkan kesalahan temannya itu. "Mmm... Aku heran, kenapa aku langsung di lepaskan begitu saja oleh pangeran? " "Yah.... Dia ternyata orang yang cukup murah hati" Jawab violet singkat, ia tak mau terus terang dan membuat Orion khawatir. "Aneh.Setahuku orang yang membahayakan nyawa bangsawan itu hukuman nya berat, bahkan ada yang di hukum mati" "Aku kan baik2 saja dan kakiku juga sudah sembuh, jadi kurasa...pangeran tak memiliki alasan untuk menghukummu" Orion masih meragukan pendapat violet, pandangannya kini tertuju ke kakinya. "bagaimana kakimu dapat sembuh dan kemana kau menghilang kemarin? " Violet lalu menceritakan pertemuan nya dengan Draco Sang vampir. lagi-lagi Orion dibuat heran setelah mengetahui penyelamat nya saat di hutan "Kau tidak percaya? " "Entahlah violet, makhluk seperti peri, Penyihir dan vampir adalah makhluk2 yang hampir sulit untuk ditemui" "Kenapa begitu? " "Darah vampir dikenal memiliki efek penyembuhan luar biasa, sehingga para manusia ramai-ramai memburunya. Beberapa dari mereka mungkin masih ada, tapi pasti memilih untuk menyembunyikan diri" "Jadi kakiku sembuh karna darahnya?" Orion mengangguk. Violet berfikir "pantas saja ia membenciku, aku pasti sudah menyusahkan nya" "Oh ya, apa misi keduanya? " Pertanyaan Orion membuat pipi violet memerah, ia tergagap menjawab pertanyaan Orion "Mi-misi keduanya..." Violet mengatakan itu sambil menyelipkan rambut kebelakang telinganya memperlihatkan telinganya yang merah karna tadi di jewer ayah. Orion yang melihatnya lalu bertanya sambil menyentuh telinganya. "Apa yang terjadi dengan telingamu? " "Aww! Ini Bukan apa-apa" Ujar violet sambil menyingkirkan tangan Orion. Jawabannya membuat Orion kecewa. "Sepertinya hanya aku yang merasa bahwa kita sudah dekat" "Maaf Orion, aku takut kau merasa bersalah kalau tahu penyebabnya" " Memangnya siapa dia???" Orion terlihat mulai emosi. "Ayahku yang melakukannya" Jawabannya membuat Orion mengernyitkan dahi karna bingung?❓ "Ia marah karna aku membuatmu di penjara" Orion sempat termenung mengetahui cerita di balik telinga merah violet kemudian tertawa renyah. Bukannya merasa bersalah, Orion justru senang dirinya sangat di cintai oleh keluarga violet. Dalam hati,violet juga bersyukur karna telinga merahnya membuat ia tak perlu mengatakan misinya pada Orion. Keduanya sampai kerumah violet dan disambut oleh ibu dan ayahnya, mereka terlihat bahagia melihat kedua anaknya tiba. Orangtua violet yang khawatir memeluk Orion, mereka juga menanyakan bagaimana keadaannya. sama sekali mereka tak memperdulikan kedatangan violet. Sepertinya violet yang dulu memang dikenal selalu membuat masalah, karna itu orangtua violet lebih menyayangi Orion yang selalu bijaksana. Violet tak mempermasalahkan hal itu karna ia sudah merasa tak nyaman dengan gaun yang di pakainya,itu adalah gaun di pinjamkan oleh sang vampir. Rasanya ingin segera membersihkan diri dan berganti pakaian. Sayangnya ibu dan ayah menahan violet, keduanya mengajak mereka duduk dan bicara. menanyakan tentang kedekatan violet dan Orion yang tampak mencurigakan. "Sejak kau memutuskan untuk berubah, ibu dan ayah sangat senang nak... Tapi ibu tak menyangka kau akan berubah sebanyak ini" Ibu memulai percakapan yang serius. Ayah lalu menambah.. "Dulu bila ayah marah karna ulahmu, kau akan menangis dan memohon agar ayah yang menyelesaikan masalahmu. Tapi hari ini kau tampak dewasa dan bertanggungjawab dengan membawa Orion kembali" Violet tersenyum sambil menunduk. "Tentu saja ayah, aku kan tidak boleh terus-menerus mengandalkan ayah." Diam-diam Orion juga merasa bangga dengan violet yang baru. "Katakan pada ayah nak, siapa yang merubah mu sebanyak ini? " Pertanyaan dari Sang ayah membuat violet bingung. Ibunya lalu mengajukan pertanyaan yang lebih sulit lagi. "Apakah orang itu adalah Orion? " Orion di buat berdebar dengan pertanyaan itu, ia penasaran sekaligus takut dengan jawaban yang akan violet berikan. Violet yang kebingungan menatap Orion, berharap Orion bisa membantu nya memberikan jawaban. Tapi orion malah menatapnya seolah mengharapkan jawaban dari pertanyaan yang di ajukan oleh orang tuanya. "A-aku tidak mengerti kemana arahnya pertanyaan ini. Aku dan Orion kan sudah berteman sejak kecil, ayah" "Iya.. Ayah tahu itu. Tapi kalian tidak lagi bertengkar seperti sebelumnya" "Malah terlihat mesra seolah-olah memiliki hubungan istimewa" Tambah ibu. "Itu benar,ayah ingat betul bagaimana kau bisa terbangun kembali setelah di cium oleh Orion" di dalam rumahnya di pasang alat pendingin ruangan tapi suasana saat itu membuat violet merasa seperti sedang di jemur di bawah terik matahari. Panas.... "Ayah bertanya, karna apabila itu benar...ayah dan ibu akan merestui hubungan kalian" Diam-diam Orion merasa bahagia, Ia tersenyum menunjukan suasana hatinya. "Akan lebih baik bila kalian segera menikah dan memiliki keturunan,Jadi ayah akan segera menimang cucu" Sang ayah terlihat tidak sabaran. Violet sungguh tak tahu harus berkata apa, susah payah ia menenangkan jantungnya yang berdetak cepat, violet menarik napas panjang. "Ayah, ibu.. Bisakah kita bahas soal ini nanti lagi? Aku lelah dan ingin membersihkan diri, aku juga yakin Orion butuh istirahat" Semuanya kecewa mendengar jawaban violet tapi tak bisa menyalahkan nya. apa boleh buat, violet sendiri belum tahu bagaimana perasaan Orion kepadanya. Ia khawatir jawabannya akan membuat Orion merasa terbebani. Lagipula Siapa yang bisa menolak pria tampan,kaya dan baik hati seperti Orion??? tapi banyak hal yang memenuhi pikirannya,yang terbesar adanya pertanyaan... Apakah ia dan Orion dapat bersama??? Violet tidak bisa selamanya berada di dreamyland. Sambil berendam dalam air hangat, violet tampak memikirkan pertanyaan dari orangtuanya. Ia juga mengingat wajah kecewa Orion, ia memang tak mengatakan apapun tadi. apakah ia kecewa karna violet tak menyetujui perjodohan nya dengan Orion atau ia kecewa karna hal lain?? Ia lalu mengingat misinya"menghilangkan trauma Orion dan membuatnya jatuh cinta" "Aku harus fokus dan segera keluar dari tempat ini Kalau tidak mau mati" Gumam violet. Ia mengangguk-angguk dan berkata lagi "Ya! Aku tidak boleh goyah karna perasaan sesaat ini. Tapi bagaimana caranya??? Di dunianya,violet tak pernah memiliki teman. sebagai siswa yang selalu mendapatkan nilai tertinggi ia justru selalu di jauhi. Kalaupun ada yang mendekati nya, itu pasti karna ada maunya . Mungkin Minta di ajari atau minta contekan. yang jelas semuanya itu akan merugikan nya. Karna bila peringkatnya sampai turun, ia akan di siksa oleh orangtua nya. Teman-teman di sekolah nya juga kerap membulinya karna violet yang tak mau memberikan contekan. Sehingga satu-satunya teman yang di miliki violet hanya buku, violet banyak menghabiskan waktu istirahat dan makan siangnya di perpustakaan. Walaupun begitu, ia tetap berusaha menyusun rencana dengan mengingat semua adegan film romantis yang pernah di tonton nya Berhasilkah violet menjalankan misi keduanya????
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD