Di kediamannya, Orion sedang menikmati makan malam bersama Chester Sang kepala pelayan yang sudah bekerja di rumahnya selama 20 tahun.
"Menurutmu apa yang kurang dariku Chester? "
Orion membuka percakapan karna masih kesal dengan violet yang belum menjawab soal perjodohannya tadi siang.
Chester mengelap sudut bibirnya sebelum menjawab.
"sepengetahuan saya, tak ada satupun makhluk yang sempurna di dunia ini tuan"
"Kau terlalu bijak"
kata Orion sembari menghela nafas, ia merasa tak puas dengan jawaban pelayannya.
"Apakah ini masalah wanita tuan? "
Tebakan Chester membuat Orion tersenyum.
"Anda memang tampan, kaya dan cerdas hampir tak memiliki cela, namun Anda hanya seorang pemburu dan pengawal"
Orion yang tadi tersenyum kini cemberut mendengar pendapat chester.
Ia lalu bercerita tentang wanita yang membuatnya jatuh hati.
Orion menganggap chester seperti keluarganya, sehingga ia tak sungkan menceritakan segalanya pada chester.
"Aku telah menyelamatkan wanita itu, dan terus bersama nya hampir sepanjang waktu untuk membantu nya. Bukankah seharusnya dia memiliki perasaan yang sama denganku???"
Chester tersenyum sebelum menjawab
"Menyelamatkan orang yang kesulitan itu sudah seharusnya tuan, namun menganggap bahwa ia seharusnya mencintai penyelamat nya adalah pikiran yang picik.
Bisa jadi anda bukanlah satu2nya yang pernah menyelamatkan wanita itu"
"Kau benar"
Orion lalu mengingat bahwa violet kemarin di tolong oleh sang vampir dan menyesalinya.
Membuatnya berfikir"seandainya aku tak memiliki trauma ini "
Selesai makan malam, Orion tampak bersiap pergi
"Anda mau kemana malam-malam begini tuan? "
Tanya Chester sopan.
"Aku hanya akan menyapa violet lalu kembali"
Chester tersenyum dan berkata dalam hati"Wanita yang dimaksud tuan, pasti nona violet"
Orion membuka pintu dan menemukan violet yang hendak mengetuk pintu rumahnya
"Violet? "
"Selamat malam Orion! "
Orion terkejut.
"Dari mana kau tahu rumahku? '"
Violet tidak menjawab dan masuk begitu saja kedalam rumah Orion sambil melihat-lihat takjub, dia membawa sesuatu di tangannya.
"Rumahmu lebih besar daripada rumahku...?. "
"Ini rumah keluarga ku, bukan rumahku"
Jawab Orion ketus.
"Itu sama saja.aku tahu rumahmu dari lily"
"ada perlu apa kau kemari? "
"Ini untuk mu"
Violet menyerahkan kotak kecil yang di bawanya
"Apa ini? "
Tanya orion sembari membuka kotak pemberiannya
"Itu kue kering.tadi aku meminta lily mengajariku membuatnya, aku ingin kau yang mencobanya pertama kali.
Rencana pertamanya adalah mengesankan Orion dengan kue buatannya.
" Cobalah... "
Orionpun mencoba menggigit biskuit beraroma jahe dan berbentuk manusia itu
"Tadinya aku ingin memintamu menemaniku bermain di taman Ria malam ini. tapi kalau kau sudah punya rencana, aku bisa kembali besok lagi"
Meskipun kecewa karna misinya belum bisa di jalankan, violet berusaha maklum dan tersenyum.
Namun Orion menjawab...
"Aku bisa pergi kapan-kapan, toh rencanaku malam ini tidak begitu penting"
Padahal sejak awal ia memang ingin menemui violet.
Sebelum nya di rumah,violet meminta lily mengucapkan permohonan agar dalam satu jam kedepan turun hujan yang deras.
Ia ingin melihat bagaimana traumanya kambuh dan mencoba menghilangkan traumanya.
Ketika keluar bersiap ke taman Ria, violet menyadari bahwa taman di rumah Orion sangatlah luas, ia pun berfikir
"Sepertinya aku tak perlu jauh2 ke taman Ria.disini lebih aman karna banyak yang akan membantu bila terjadi bahaya saat trauma Orion kambuh"
Violet lalu membatalkan niatnya untuk bermain ke taman Ria, ia berkata pada Orion yang menyusul nya keluar.
"Sepertinya taman di kediamanmu ini sangat indah, aku ingin jalan-jalan disini saja"
"Kau yakin??"
Violet mengangguk mantap.
"Baiklah,malam ini aku akan memandu perjalananmu di taman bunga rumahku"
Keduanya lalu berjalan-jalan di halaman rumah Orion,ia menjelaskan nama2 bunga yang di jumpainya.
"Mungkin kau tidak percaya,tapi Ibuku yang menanam semua bunga2 disini"
"Semua ini??? "
"Yap!. Ia sangat menyukai bunga,terutama mawar merah ini"
Tunjuk Orion pada bunga mawar yang berada di dekatnya. Violet berjongkok mendekatinya,ia mendekatkan penciuman nya pada mawar merah yang mekar dengan sempurna.
"Warnanya cantik dan baunya harum"
"itu sebabnya ibuku menyukainya"
Violet seperti tersihir pada keindahannya, iapun hendak meraih bunga itu, namun Orion segera menahan tangannya,membuat violet terkejut.
"Bunganya memang cantik, tapi kau harus berhati-hati dengan durinya"
Violet memperhatikan mawar yang hendak di raihnya tadi, Orion benar. Hampir saja ia melukai tangannya sendiri.
violet menarik tangannya dari genggaman Orion.
"Biasanya aku tak pernah membiarkan orang lain untuk menyentuh bunga mawar disini"
Setelah itu Orion justru mengambil salah satu bunga dan menyodorkannya pada violet
"Karna kau bukan orang lain, jadi ku berikan setangkai untuk mu"
Violet menerimanya dengan senang hati, ia tersenyum dan mencium bau wangi mawar indah itu.
"Terimakasih Orion.
Bagaimana dengan kue buatanku, apa kau menyukainya??"
"Kuenya enak"
"Kau tak perlu berpura-pura, aku lihat kau hanya makan satu saja"
"Kalau kuenya kuhabiskan, aku takkan bisa mendapat nya lagi"
"Aku bisa membuatkannya lagi untukmu"
"Ya... Tapi kalau kau sudah pulang ke duniamu,aku tak bisa mendapatkan kue buatanmu lagi"
Orion terlihat sedih
"Maaf Orion.walaupun aku bahagia disini, aku tidak boleh serakah. "
"Serakah??... Aku tidak melihat orang2 yang ada disini merasa di rugikan dengan kedatanganmu"
"Justru sebaliknya,ibu dan ayah sangat sayang dan bangga dengan lahirnya violet yang baru.
Bahkan lily juga sangat menyayangimu dan takut kau menghilang.
Jadi kupikir.... Tak apa bila kau mulai menjadi serakah"
Ucapan terakhir Orion membuat violet terkejut, ia menyiratkan seolah-olah tak keberatan bila violet yang asli tak kembali.
Padahal rencananya adalah membuat Orion jatuh cinta padanya, tapi malah violet yang kini berdebar dibuatnya.
"Kau sungguh kemari hanya untuk memberiku kue kering? "
"Ya... Aku juga ingin bersantai sesekali, bagaimanapun juga... Semua yang ku dapatkan disini, tak pernah ku dapatkan didunia ku sebelumnya"
Violet dan Orion duduk di bangku taman yang mereka jumpai sembari melanjutkan obrolannya.
Dari jauh, chester tersenyum senang melihat kedekatan violet dan majikannya.
"Aku baru ingat, apa misi keduamu? "
Violet tergagap mendapatkan pertanyaan itu. Ia pikir, Orion sudah melupakannya.
"Mi-Misinya... Misinya adalah membantu mu menghilangkan trauma"
"Trauma ku??? "
Violet mengangguk pelan
Hujan deras tiba-tiba saja turun membasahi keduanya.Orion hanya bangkit dari duduknya tanpa bisa berlari mencari perlindungan karna pandangannya gelap dan telinga yang tak dapat mendengar.
Dari kediaman orion, para pelayan sibuk mencari payung dan hendak memberikannya pada majikannya, namun chester menghentikan mereka saat melihat violet memeluk Orion di tengah hujan.
Walaupun Orion terkejut ia membiarkan violet memeluknya.
Di telinganya, violet berkata dengan berteriak
" DENGARKAN AKU ORION!!!
WALAUPUN ORANG TUAMU TELAH TIADA,KAU TAK PERNAH KEHILANGAN KELUARGAMU.
KARNA ADA AYAH YANG MENYAYANGIMU,
IBU YANG MENYAYANGIMU,
VIOLET YANG MENYAYANGIMU...
Secara ajaib, pandangan Orion yang semula gelap kini menjadi jelas.ia melihat violet melepaskan pelukannya dan melanjutkan kata-kata terakhirnya dengan lirih,Seolah tak ingin Orion mendengar ucapan terakhirnya
"Aku juga... Menyayangimu Orion"
Violet mengatakan nya sambil menunduk malu.
Mendengar pengakuannya, Orion segera menarik wajah violet yang basah karna hujan dan mencium bibirnya lembut.
Kali ini ciumannya adalah cinta.
Membuat violet terkejut dan mendorongnya.
"Apa kau dapat melihat dan mendengar ucapanku? "
Orion tersenyum jahil
"Tentu saja bodoh. Suaramu terlalu keras untuk tak kudengar, apalagi ucapanmu yang terakhir tadi. Justru Terdengar paling keras di telingaku"
Orion lalu menarik violet ke pelukannya dan berkata
"Aku juga menyayangimu violet"
Keduanya lalu berciuman lagi dengan mesra.
Hujan yang terus turun tidak membuat mereka kedinginan karna api asmara yang mereka rasakan.
Ciuman penuh cinta itu menciptakan lonjakan energi luar biasa di tubuh violet.
Hujan pun akhirnya reda. Sebelum keduanya berpisah karna lily datang menjemput, Orion berterimakasih pada violet
"Terimakasih telah menyadarkan ku violet. Kau benar, aku masih memiliki keluarga dan orang-orang yang menyayangiku. "
"Misi kedua ku berhasil?? "
Orion mengangguk dan tersenyum. Ia lalu mendekati violet dan berbisik
"Aku tak akan pernah melupakan malam ini"
Wajah violet panas dibuatnya karna teringat lagi dengan ciuman Orion.