Malam itu violet berhasil menghilangkan trauma sekaligus mengetahui perasaan Orion yang menyayangi dan mencintainya.
Orion tak dapat tidur karna masih terbayang ciuman mesranya dengan violet.
Sedangkan violet tak dapat tidur nyenyak karna kembali bertemu dengan Alice di dalam mimpinya.
Kali ini alice berada di dalam ruangan besar dan indah seperti istana, ia sedang duduk di atas singgasana menggunakan mahkota.
"Alice? "
Tanya violet setelah memastikan bahwa wanita yang duduk di singgasana adalah si penyihir.
" Bagaimana kabarmu? Wajahmu terlihat lebih bahagia daripada waktu terakhir kita bertemu"
Violet menunduk malu mengingat ciumannya yang terakhir dengan Orion.
"Padahal aku tak memanggilmu, kenapa kau mendatangiku? "
"Kau tahu kan... Misi mu adalah membuatnya jatuh cinta padamu? "
"Ya.kupikir aku sudah berhasil melaksanakan misinya"
"Bagus... Tapi sebaiknya kau tidak memberikan perasaan yang sama kepadanya"
"Kenapa? "
"Karna kau akan kesulitan untuk melaksanakan misi selanjut nya"
"Apa maksudmu? "
Alice tak menjawab. Ia lalu turun dari singgasana nya dan mendekati violet
"saat ke hutan besok,sebaiknya kau tidak bersama Orion"
Violet semakin tidak mengerti
"Kau bilang aku seorang peri, kenapa saat di hutan kemarin aku hanya bisa membuat permohonan sekali saja? "
"Itu karna kau memang harus bertemu dengan Sang vampir.
Jadi walaupun kau peri, kalau permohonan mu tak dapat membantu misimu,maka tidak akan terwujud"
Tidak seperti sebelumnya, slesai bicara, Alice menghilang tanpa mengambil apapun dari violet.
***
Keesokan harinya,begitu bangun dari tidurnya ia memikirkan bagaimana cara agar Orion tidak mengikutinya hari itu ke hutan.
Ia harus ke hutan untuk memastikan bahwa garis pintu sudah bertambah dan mengambil apel untuk misi ketiga.
Lily Sang pelayan datang dan membantunya bersiap2, ia membantu violet sambil membicarakan keanehan yang terjadi malam tadi
"Apakah anda seorang peri ,nona?
Bagaimana mungkin dalam satu jam setelah memohon, hujan benar-benar turun?? "
Tanya lily sambil membantu violet memakai pakaiannya.
"Entahlah lily, bagaimana kalau kita coba saja memohon lagi? "
Violet memanfaatkan kesempatan itu dengan menyuruh lily memohon agar ia dapat berada di hutan sendirian, dan rencananya berhasil.
Meninggalkan lily yang kebingungan karna Sang majikan menghilang tepat di depan matanya.
sesampainya di hutan, violet segera mencari pohon apel ajaib dan memeriksa pintunya,tampaklah garisnya bertambah.
Hanya butuh 2 garis lagi untuk membentuk pintu yang sempurna.
Violet meraih apel ketiga dan membaca misi di dalamnya.
" Misimu yang ketiga adalah membantu pangeran Louis mengurus kerajaan lebih baik lagi dan membuatnya jatuh cinta padamu . "
Violet berteriak kesal setelah membaca misi selanjutnya,ternyata ini yang Alice maksud.
"Bagaimana caranya? "Pikir violet.
Membuat seorang Orion mencintainya mungkin mudah karna keduanya sering menghabiskan waktu berdua, tapi pangeran???
Menurut cerita lily, violet di mata pangeran tidak menarik sama sekali.
Violet yang dulu selalu berusaha menarik perhatian nya, tapi tak pernah berhasil.
Pangeran sama sekali tak pernah melihatnya atau berbicara dengannya.
Perutnya tiba-tiba berbunyi karna ia pergi ke hutan tanpa sarapan terlebih dahulu. Untungnya ia mendapat asupan energi yang cukup banyak semalam.
Kalau tidak terluka, energinya mungkin cukup untuk 3 hari. violetpun kembali ke rumahnya dengan berjalan kaki.
Sambil berjalan ia melihat ke sekitar untuk waspada. Ia khawatir beruang yang kemarin tiba-tiba mendatanginya lagi.
" Harusnya aku tadi sarapan dulu"gumamnya saat mendengar perutnya berbunyi lagi.
Ketika baru keluar dari hutan, violet melihat dari jauh ada rombongan istana membawa kereta kuda yang kosong,
Violet pun menunggu rombongan itu mendekat dan meminta tolong.
Setelah mendekat mereka malah terkejut melihat violet yang sendirian di depan pintu masuk hutan.
"Nona violet, apa yang sedang anda lakukan disini? "
"Kalian mengenalku? "
"Tentu saja nona, anda dulu sering datang ke istana untuk bertemu pangeran, walaupun pangeran tak pernah mau menemui anda.
anda beruntung karna pangeran mengundang anda ke istana untuk sarapan bersama"
"Sarapan??? "
Biasanya orang mengundang untuk makan siang atau makan malam, ini ajakan sarapan??
"Kami sedang menuju rumah anda untuk menjemput"
Violet tersenyum dan berkata dalam hati
"Ini adalah kesempatan ku untuk mendekati nya"
"Baiklah, aku akan ikut bersama kalian, tapi tolong utus seseorang untuk memberitahukan keberadaan ku agar keluarga ku tidak khawatir"
"Baik nona! "
Salah satu pengawal lalu di tunjuk untuk memberitahu keluarganya, sedangkan yang lain kembali ke istana bersama violet.
***
Sesampainya di istana, Sang pangeran tampak sudah menunggu-nunggu kehadiran violet, ia duduk di tengah-tengah taman bersama para chef. meja dan kursi di atur sedemikian rupa, Sehingga terlihat indah dari jauh.
Violet datang dan menyapa pangeran sambil mengangkat sedikit roknya
"Selamat pagi pangeran Louis"
"Selamat pagi nona violet, silakan duduk"
Violet duduk di hadapan pangeran Louis, pangeran lalu memberikan isyarat pada Sang koki untuk mulai menyuguhkan makanan pembuka.
Sambil menunggu makanan di sajikan, keduanya berbincang-bincang.
"Bagaimana kabarmu hari ini nona? "
Violet tersenyum sebelum menjawab
"Aku baik2 saja Louis"
Pangeran Louis terkejut mendengar jawabannya.
"aku merasa kau lebih muda dariku, jadi ku harap kita bisa bicara lebih santai"
Pangeran juga tersenyum mendengar alasan violet
"biasanya orang akan takut bicara santai padaku karna bisa kehilangan lidahnya"
Violet agak takut mengetahui hal itu, tapi ia pikir ini adalah caranya untuk bisa mendekati Sang pangeran.
"Tapi aku menyukainya"
"Fiuh.. Untung saja" Pikir violet
Makanan pembuka kemudian di suguhkan, aromanya sangat menggugah selera. Keduanya lalu memulai sarapannya dengan nikmat.
"Aku bukan orang yang pandai berkata-kata, jadi aku akan langsung saja menyampaikan maksudku mengundangmu kemari"
Violet mengangguk pelan sambil memperhatikan.
"Apa yang membuatmu berubah? "
Violet sempat terkejut lalu tersenyum.
"Berubah? "
"Ya,dirimu yang sekarang sangat berbeda dengan dirimu yang dulu"
Violet berfikir sebentar.
"Mungkin Itu karna aku akhirnya sadar bahwa cinta tak dapat di paksakan, jadi aku memilih untuk mencintai orang yang juga mencintaiku Louis"
Violet lalu meminum air putih di dekatnya sebelum melanjutkan ucapannya
"Apakah kau sadar, kalau kau juga berubah? "
"Aku?? "
Violet mengangguk
"Dulu kau tak pernah melihat atau mengajakku berbicara. Aku takjub saat mengetahui kau mengingat nama lengkap ku dan bahkan mengajakku untuk sarapan bersama sekarang"
"Kau benar. Tapi itu karna kau yang berubah lebih dulu"
Sang pangeran terlihat tak ingin mengalah.
"Mmmh... Begitu... "
"Apakah pengawal mu adalah orang yang telah merubahmu? "
Violet tertawa kecil
"Pertanyaan mu sama seperti yang ayah dan ibuku tanyakan kemarin"
"Bahkan orangtuamu takjub dengan perubahanmu?? "
Violet mengangguk lagi.
"Kenapa kau menanyakan hal yang sama? "
"Itu karna kulihat kau punya hubungan istimewa dengan pengawal mu"
Violet mengingat saat ia dan orion berciuman pertama kali
"Ah... Itu pasti karna kau memergoki kami yang sedang berciuman.
Sebenarnya Ciuman yang kemarin di lakukan hanya agar kau menjauh"
"Menjauh? Apa maksudmu? "
"Di pesta ulang tahunmu, Aku
sedang tidak enak badan jadi ingin segera pulang,tapi kau terus saja mengejarku, aku yang merasa tak nyaman pun akhirnya mencium pengawal ku agar kau berhenti mengejar"
Pangeran terkejut mengetahui kebenaran di balik ciuman itu, ia seperti kehilangan selera makannya dan meletakkan alat makannya di meja. Wajahnya terlihat kecewa.
Apalagi Orion tiba-tiba datang ke istana dan menyapa keduanya dari jauh, ia ingin mendekat tapi di larang oleh pengawal istana.
Sebelumnya ia datang kerumah violet bersamaan dengan datangnya pengawal istana yang memberitahukan keberadaan violet.maka ia menyusul ke istana untuk menjaganya
Violet membalas sapaannya dengan melambaikan tangan sambil tersenyum, sedangkan pangeran melihatnya dengan tatapan benci.
"Kau cukup akrab dengannya ya? "
"Dia temanku sejak kecil Louis"
"Oh iya, aku dengar dari lily pelayanku, Kau sudah bertunangan dengan putri dari Kerajaan timur"
"Itu benar."
"Apakah dia cantik? "
"Dia sangat cantik"
Jawab pangeran datar.
"Wah... Selamat ya Louis, semoga kalian bisa hidup bahagia dan dapat memimpin Kerajaan dengan baik"
Mendengar ucapan selamat dari violet membuat pangeran semakin kesal.
"Bukankah kerajaan ini memang sudah baik,walaupun bukan aku rajanya? "
Tanyanya ketus, seolah ia tak menginginkan tahta itu sama sekali
"Entahlah louis, mnurutmu.. Apakah banyaknya pengemis di Kerajaan ini menunjukan bahwa kerajaan ini sudah baik? "
"Pengemis?aku tak pernah melihat satupun dari mereka"
"Pelayanku yang bilang, aku juga belum pernah melihatnya sendiri sih... "
Dari sana violet menyadari kekesalan pangeran.
Ia yang selesai dengan makanan pembukanya kini memutar otak untuk mengubah suasana hatinya.
"Karna kau sudah bertunangan dan sebentar lagi menikah, maukah kau mengabulkan satu permintaanku? "
"Permintaan?
Sang pangeran penasaran
"Aku ingin kau berkencan denganku selama satu hari sebagai tanda perpisahan darimu untuk ku"
"Kencan? "
"Itu tidak buruk" Pikir pangeran.
"Iya! Aku harap kau tidak menolaknya, karna setelah kau menikah dan menjadi raja,kita mungkin tak bisa bertemu dan berbicara seperti ini lagi'
Wajah pangeran yang tadinya mendung berubah menjadi cerah karna ajakan violet.
" Baiklah.
Tapi aku yang memilih tempat kencannya"
Violet mengangguk sambil tersenyum manis.
Melihat violet mengajaknya berkencan, membuat pangeran yakin bahwa dirinya masih lebih menarik daripada pengawalnya.
Makanan utama lalu di sajikan untuk keduanya,menunya adalah kepiting.
Entah kenapa violet merasa takut melihat kepiting itu di letakkan di depannya, seolah tubuhnya memberi tahu Agar ia tak memakan hidangan itu. Padahal di dunianya violet sangat menyukai kepiting.
Pangeran menyadari gerak gerik aneh violet.
"kau tidak menyukainya? "
Violet menggeleng
"Aku suka kepiting".
Pangeran lalu memberikan potongan kecil daging kepiting yang sudah di kupas ke piring violet.
Violet pun mencoba memakannya,wajahnya terlihat senang saat daging kepiting sudah masuk kedalam mulutnya
" Enak sekali louis"
Pangeran senang melihat violet menyukai hidangannya.
Hingga tiba-tiba violet mulai batuk, ia meminum air putih yang berada di dekatnya tapi malah semakin parah.
Violet bahkan merasa dadanya terbakar dan sulit untuk bernafas.
"Kau kenapa violet? "
Violet tak menjawab dan hanya menangis karna sesak di dadanya yang semakin menjadi,Ia pun akhirnya jatuh pingsan.