berpisah sementara

1158 Words
Tubuh violet memerah dan panas akibat seafood yang dimakannya. Pangeran yang panik meraih tubuh violet yang tergeletak di taman. Orion yang melihat Dari jauh segera berlari menghampiri violet yang kini berada dalam pelukan pangeran. "Apa yang terjadi? " "ia tiba-tiba saja batuk dan sesak nafas" Orion memeriksa makanannya yang masih tersisa. kepiting??? "Violet alergi seafood" "Aku tidak tahu kalau...." "Kau mengundangnya makan tanpa tau dia punya alergi? " Emosi Orion membuatnya tak memperdulikan tatakrama lagi dengan pangeran, membuat pengawal menarik pedangnya. "Jaga bicaramu pada pangeran!!!" Tapi pangeran memberikan isyarat agar ia berhenti mengancam Orion. "kumohon biarkan dokter kerajaan memeriksanya" Tidak seperti biasanya, kali ini Orion menurut. Dokter kerajaan lalu memberinya obat alergi dan membiarkannya beristirahat sendiri di ruang kesehatan. Ia lalu mengajak bicara Orion dan pangeran di luar. "Saya sudah memberinya obat alergi, seharusnya itu bisa meredakan ruam dan panasnya. Tapi bila alerginya tak membaik ,maka isi perutnya harus di kuras dan itu berbahaya" "apakah maksud dokter, kalau violet tidak mati karna alergi, maka dia akan mati lemas karna isi perutnya di kuras? " Dokter mengangguk ragu. "Ck! Harusnya aku tak pernah membiarkan dia datang kemari sendiri. Biar ku bawa pulang saja dia" Orion hendak masuk ke ruang kesehatan tapi pintunya tak dapat di buka. " Kenapa ruangan ini tak dapat dibuka? " "Saya tidak menguncinya" Jawab Sang dokter. Ia lalu mencoba membuka pintunya. "Sepertinya pintu ini di kunci dari dalam" Ucapan dokter membuat Orion panik, ia tak tahu siapa orang yang bersama violet di dalam, ia khawatir orang yang bersama violet bermaksud jahat, ia pun berusaha membuka paksa pintunya. Pangeran dan para pengawal juga membantunya. Sedangkan di dalam,Draco cepat2 memberikan darahnya pada violet yg masih belum sadar, ia lalu segera pergi dari sana. Berkat darah draco, Perlahan ruam di tubuh violet menghilang,tubuh nya juga tak lagi panas. Pintunya berhasil di dobrak. Orion menghampiri violet yang baru sadar dari pingsannya. Dengan cemas ia memeriksa violet "Apa kau baik-baik saja? " Violet mengangguk lemah. "Siapa tadi yang mengunci tempat ini? " Violet mengernyitkan dahi dan menggeleng tanda tak tahu. Pangeran juga menyusul masuk, ia meminta maaf pada violet. Dengan dibantu Orion,ia berusaha duduk sebelum menjawab. " Tak apa pangeran. Aku sendiri juga baru tahu kalau aku alergi seafood" Semuanya tercengang mendengar ucapan violet.bagaimana mungkin orang yang alergi tak tahu bahwa dirinya memiliki alergi. Violet yang sadar dengan ucapan anehnya pun berkelit. ",sejak kecil saya selalu di larang makan seafood tanpa tau sebabnya. Ternyata itu karna saya alergi" Pangeran dan yang lainnya ber oh... "Maaf karna membuat kalian semua khawatir" "Aku sungguh menyesali perbuatanku karna tak mencari tahu tentang alergimu sebelum mengundang makan. " "Saya sekarang baik2 saja pangeran, tak ada yang perlu di sesali" Violet lalu meminta pangeran dan yang lain meninggalkannya berdua dengan Orion. Orion lalu memeluknya dengan khawatir "Kau sungguh baik-baik saja sekarang? " Violet tersenyum dan membalas pelukannya. "Karna kau ada disini, aku jadi baik-baik saja sekarang" Orion lalu melepaskan pelukannya dan kembali bertanya "Kenapa kau pergi kesini sendirian? " Sempat ragu, namun ia sudah berjanji untuk menceritakan segalanya pada Orion. "Semalam Alice mendatangiku lagi dalam mimpi" "Apa katanya? " Violet menjawab pelan sambil menunduk karna merasa bersalah "Misi ketiga ini berhubungan dengan pangeran, jadi aku tak boleh mengajakmu" Orion menanggapi alasan violet dengan menarik nafas panjang. Padahal baru saja kemarin malam keduanya bermesraan karna misi, kini keduanya harus di pisahkan juga karna misi. Orion lalu mengangkat dagu violet dan menatap matanya. "Jadi kau tak ikut pulang bersamaku? " Lidah violet kelu, tak dapat menjawab pertanyaan mudah itu. Sejujurnya setelah kehilangan banyak energi, ia ingin mencium Orion lalu pulang ke rumah. Tapi kematian tak pernah menunggunya untuk bersantai sejenak. Meskipun berat, Orion tetap membantu violet dengan meninggalkan nya di istana. "Baiklah violet, lakukanlah apapun yang di perlukan agar misimu cepat selesai. Tapi sebelumnya biarkan aku mengisi energimu agar aku tenang meninggalkan mu disini" Violet mengangguk lemah. Perlahan-lahan Orion meraih wajah violet lalu menciumnya lama sekali. Seakan-akan ia berat meninggalkan violet. Sebelum pergi, ia meminta Orion menjemputnya di taman Ria bersama pengawal istana nanti malam. Orion lalu keluar dari ruangan dan menemui pangeran. "Violet tidak ikut aku pulang. Ia bilang ada urusan disini, Jadi tolong jaga dia untuk sementara" Pangeran senang mengetahui kabar itu, ia menghampiri Orion dan menepuk pundaknya "Jangan khawatir., ia akan kujaga layaknya seorang ratu" Ucapannya membuat Orion mengepalkan tangannya kesal. *** Seperti janji Sang pangeran, violet benar-benar di layani bak ratu. Ia di tempatkan di kamar yang paling luas dan indah, semua kebutuhannya di penuhi lengkap dengan pelayan yang siap membantunya kapan saja. Violet mulai menjalankan misinya. Saat ia akhirnya di tinggal beristirahat sendirian di kamar, violet mencuri pakaian milik Ksatria yang sedang mandi, ia juga mencuri pakaian milik pelayan yang berada di jemuran. Kemudian Violet menerobos masuk kedalam ruang kerja pangeran. Mengejutkan pangeran yang sedang membaca buku. "Kau sedang apa? " Tanya pangeran heran sambil meletakkan buku yang dibacanya. Tiba-tiba teriakan pengawal menjelaskan kenapa violet masuk ke ruangannya. "Ada pencuri yang mengambil bajuku" "Ia pasti ingin menyamar dan menyakiti keluarga kerajaan, cepat cari dia!!!" Pangeran melihat pakaian yang dibawa violet adalah pakaian yang di maksud oleh pengawal. Pangeran muda yang ketakutan itu lalu bermaksud berteriak untuk memberi tahu. Namun dengan sigap violet membekap mulut pangeran dan berbisik "Aku akan jelaskan semuanya louis, untuk sementara biarkan aku bersembunyi disini dulu" Pangeran mengangguk-angguk setuju. "Lagipula apa yang bisa dilakukan wanita lemah ini?" Pikir pangeran. Tak berselang lama pengawal datang mengetuk pintu ruangannya. Iapun keluar dari kamar untuk menjelaskan bahwa tak melihat siapapun yang mencurigakan. Sebelum pergi, Pengawal menyampaikan bahwa violet sudah pulang karna sudah tak berada di kamar tamu. Saat pangeran kembali masuk,dilihatnya violet yang sudah berganti baju dan sedang kesulitan menarik resleting bajunya, hingga terlihat lah punggung indah violet. Pangeranpun menghampirinya untuk membantu. "Biar kubantu" Violet yang malu karna punggungnya terlihat segera berbalik "A-aku bisa sendiri" Pangeran membalikkan tubuh violet dan menepis tangan yang berusaha menutupi punggungnya. Tak ada pilihan lain bagi violet selain menurutinya. Dengan mudah,pangeran menarik resletingnya ke atas, seraya mengagumi kulit indah yang di lihatnya. Setelah itu,ia menjelaskan bahwa ia menyamar agar tak terlihat mencolok saat nanti bermain di taman Ria. Pangeran merasa lega mengetahui alasannya mencuri pakaian itu, violet lalu menyerahkan pakaian Ksatria untuk di pakainya menyamar. "Kau tak harus pergi sekarang juga violet, kau kan baru saja sembuh. " "Aku baik-baik saja louis, semakin cepat kita pergi akan semakin baik" Pangeran tak mengerti kenapa violet harus terburu-buru, tapi ia tetap setuju mengikuti rencananya dan langsung membuka pakaiannya begitu saja di depan violet, memperlihatkan tubuh depannya yang tak kalah indah. Membuat violet tersipu dan segera berbalik menghadap tembok. "Harusnya kau tidak berganti baju disini louis" Omel violet. "Lantas dimana? Ini kan kamarku. " Pangeran diam-diam tersenyum melihat tingkah malu-malu violet. Selesai berganti baju, ia berbisik di telinga violet yang masih menghadap tembok. "Aku sudah selesai" Violet terkejut dan berbalik sambil mengusap telinganya yang terasa geli. "Sekarang bagaimana caranya kita ke taman Ria?. Di luar kan para pengawal sedang sibuk mencari pencuri? " Violet tersenyum misterius "Memohonlah pangeran louis..... "
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD