Berkat kekuatan violet sebagai peri, keduanya kini sudah berpindah ke taman Ria.
Taman Ria adalah tempat hiburan seperti dufan di dunia violet tinggal.
Keadaan taman Ria yang sangat ramai pengunjung membuat kedatangan mereka tidak mencolok.
Sang pangeran yang terkejut dengan keajaiban itu pun bertanya
"Apa kau seorang peri?? "
Violet mengangguk cepat
"Sejak kapan? "
"Sejak kau melihat bahwa aku telah berubah"
"Siapa lagi yang tahu bahwa kau adalah peri? "
"Orion, lily dan kau?? "
"Sebaiknya mereka berdua tidak membocorkan kekuatanmu pada kerajaan"
"Kenapa? "
"Kau akan kehilangan kebebasan mu bila ayahku sampai tahu"
"Sang Raja?? "
Pangeran mengangguk
"Kau akan di paksa untuk terus mengabulkan keinginan2nya sampai mati"
Violet bergidik ngeri, ia kini menatap pangeran dengan curiga.
Karna Pangeran adalah orang kerajaan .
"Kau tenang saja, aku takkan mengatakan nya pada siapapun"
Violet lega mendengarnya.
"Bukankah aku yang akan menentukan tempat kencannya?kenapa tiba-tiba kemari? "
Violet mengigit bibirnya. khawatir pangeran tak menyukai nya.
"Tapi tempat ini lumayan."
"Syukurlah kalau kau tak keberatan"
Ia lalu mengajak Pangeran mengantre untuk naik komidi putar
"Aku pikir orang seperti mu tak pernah datang ketempat seperti ini, makanya ku pikir ini tempat yang cocok untukmu"
Ujar violet
"Aku pernah kemari"
"Kapan? "
"Bulan lalu"
"Untuk apa seorang putra mahkota datang kemari? "
"Tentu saja Untuk peninjauan"
"Berarti kau belum pernah bermain disini? "
"Aku pernah bermain disini waktu kecil.
Saat itu tempat ini baru selesai dibuat, aku bermain di tempat ini sepuasnya tanpa perlu mengantre seperti sekarang"
"Berarti ini pertama kalinya bagimu? "
"Apanya? "
"Mengantre?"
Pangeran mengangguk.
Tak lama berselang keduanya berhasil naik komidi putar yang antrean nya tidak begitu panjang.
Violet merasa bahwa komidi putar itu hanya pemanasan, ia kini ingin naik permainan yang memacu adrenaline seperti jet rollercoaster atau seluncuran air yg sangat-sangat tinggi.
Dengan semangat ia menarik pangeran mengikutinya, dengan riang dan sabar pula ia menunggu antrean yg panjang.
sedangkan sang pangeran muda terlihat pucat melihat kecepatan roller coaster yg akan mereka naiki.
begitu giliran keduanya naik, violet menggenggam tangan pangeran dan menatap matanya yang kelihatan takut
"Buka matamu dan berteriaklah sepuasnya louis,saat ini lupakan tatakrama sebagai pangeran. Itulah kunci untuk menaklukan permainan ini."
Tepat setelah violet bicara, jet roller coaster meluncur dengan sangat cepat, ia pun mengikuti arahan violet untuk berteriak sekencang-kencangnya dan merasakan sensasi luar biasa.
Ketakutan yang ia rasakan sebelumnya berganti dengan rasa bebas dan lepas yang tak pernah di rasakan nya,
Sebagai Pangeran ia memang di haruskan menjadi seseorang yang sempurna, terlebih posisinya sebagai putra mahkota membuat segalanya jadi lebih berat.
Namun saat ini ia melupakan semua beban berat yang dipikul nya.
Awalnya teriakan takut lama-kelamaan menjadi teriakan bahagia.
Setelah permainannya berhenti, sang pangeran muda tertawa geli melihat wajah violet tertutup oleh rambut panjangnya sendiri.
Kencangnya permainan tadi membuat rambutnya berantakan tertiup angin.
Dengan perasaan kesal dan malu, violet merapikan rambutnya dibantu oleh pangeran.
Rambutnya yang tadi berantakan kini sudah kembali rapih setelah di ikat cepol tinggi-tinggi oleh violet, memperlihatkan bentuk wajahnya yang bulat dan manis.
"Ada apa? "
Tanya violet pada pangeran yang menatapnya lekat-lekat
"Kau sangat cantik violet"
Violet yang gugup lalu menjawab dengan sombong
"Kau baru sadar?aku sudah seperti ini sejak lahir"
Kesombongannya membuat pangeran gemas dan menarik hidungnya.
Ia lalu menarik violet dan menaiki permainan lain yang tak kalah seru dengan permainan tadi.
Mereka bermain hingga hari mulai gelap dan rasa lapar mulai terasa,Keduanya lalu makan di restoran khusus barbekyu.
Lucunya Sang pangeran berpesan pada kokinya agar tidak memasukkan seafood kedalam menu yang di pesannya.
Tentu saja itu karena pangeran tak ingin violet mengalami alergi lagi,
Namun hal itu membuat seisi restoran tertawa melihatnya termasuk violet.
"Kau sangat lucu pangeran muda, tentu saja tak ada kepiting di restaurant barbecue ini"
"Aku hanya tak ingin kau sakit lagi seperti tadi pagi"
Violet lalu menepuk tangan pamgeran yang terjulur di meja makan
"Terimakasih sudah menjagaku louis"
Pangeran lalu memegang tangan violet
"Hari ini aku sangat bahagia violet,aku tak pernah sebebas ini sebelumnya"
Violet tersenyum
"Syukurlah kalau kau senang, karna hari ini takkan pernah terulang lagi"
Pangeran menanggapinya dengan tersenyum kecut. Ia yang paling tahu bahwa hidupnya sudah di atur, ia bahkan tak bisa memilih dengan siapa ia akan menikah nanti.
Makanan yang mereka pesan akhirnya datang, di saat violet mulai menikmati makanannya, pangeran justru diam saja menatap makanan di piringnya
"Kenapa kau tidak makan? "
"Entahlah,apa kau yakin dengan makanan ini? "
Violet mengerti dengan pertanyaan pangeran, dengan cekatan ia lalu memotong daging dari piring pangeran dan memakannya.
"Kau sedang apa? "
Tanya pangeran heran
"Aku hanya melakukan tes racun yang biasa di lakukan pelayanmu di istana. Dan aku baik2 saja"
Ujar violet seraya mengunyah makanannya, Membuat Pangeran tertawa.
Sebenarnya itu karna ia terbiasa makan makanan yang di buat oleh koki istana yang rasa makanannya sangat lezat.
Jadi Ia bertanya soal rasanya bukan keamanannya.
Sang pangeran memilih untuk tak mengatakan yang sebenarnya pada violet, dan mencoba sendiri makanan itu.
Rasa lapar membuat makanan rakyat jelata itu terasa nikmat di mulut Sang pangeran, dengan cepat ia menghabiskan makanan di piringnya.
Ketika Keduanya keluar dari restoran, tiba-tiba seorang anak lelaki menyambar dompet milik pangeran.
Sang pangeran pun bermaksud menangkap pencuri itu tapi violet menahannya,Membuat pangeran protes.
"Aku tak masalah dengan uang yang di ambilnya, tapi dompet itu milik keluarga kerajaan"
"Karna dompet itu, pencurinya pasti akan kembali"
Ujar violet
Dan benar saja,tak berselang lama Sang pencuri kembali dan mengembalikan barang curiannya.
"Maafkan aku tuan"
"Kenapa kau mencuri? "
" nenekku sedang sakit, ia belum makan sejak kemarin"
" kemana orangtuamu? "
"Orangtuaku bekerja di rumah petinggi istana dan tak pernah pulang"
"aku hanya tinggal berdua dengan nenek. Biasanya nenek yang bekerja mencari uang untuk kami makan Tapi nenek sekarang sakit,"
Pangeran lalu melihat ke sekitar restauran itu dan baru sadar, ternyata banyak pengemis disana.
Padahal dalam peninjauan sebelumnya ia tak melihat satupun pengemis.
Pangeran yang merasa iba lalu memberikan semua uang yang ada di dompetnya kepada pencuri dan para pengemis disana.
Tanpa mereka sadari perbuatan mereka dari jauh di lihat oleh bandit.
Pencuri kecil itu terlihat sangat bersyukur, ia berlari ke toko roti dan kembali kerumah untuk memberikan neneknya makan.
Sepeninggal nya anak itu, pangeran terlihat termenung. Ia bercerita
"Padahal baru sebulan yang lalu aku melakukan peninjauan kesini. Aku tak melihat adanya pengemis dan pencuri "
"Berarti pemimpin yang mengurus tempat ini sangat pandai menyembunyikan mereka"
Tebak violet.
"Padahal aku yakin pajak sudah di bagikan dengan adil untuk anak-anak seperti dirinya, "
"Para pemimpin yang berada di bawahmu mungkin menyimpan uang pajak untuk diri mereka sendiri.
Kau harus memeriksa para pemimpin yang bertugas di daerah ini louis"
"Kau benar.
Berarti tugasku untuk memakmurkan kerajaan ini masih panjang"
"Aku yakin kamu mampu louis"
Violet menepuk pundaknya
Ketika keduanya melewati jalan sepi, 5 orang bandit tiba-tiba datang menghalangi jalan ,Pangeran segera maju melindungi violet.
"Apa mau kalian?!"
"Tenanglah tuan, aku hanya akan menyandera salah satu dari kalian untuk meminta tebusan. Aku yakin jumlahnya lebih banyak dari pada uang yang kalian bawa saat ini"
Sang bandit ingin menculik mereka karna melihat dompet mewah yang di bawa pangeran.
Pangeran lalu berbisik
"Larilah violet, biar aku yang menghalangi mereka"
Violet dengan tenang menjawab.
"Sebaiknya kita hadapi bersama"
Pangeran terkejut dengan jawaban violet, ia tak tahu bahwa seorang wanita sepertinya memiliki keberanian untuk melawan para bandit.
violet lalu maju dan berkata
"Hai bandit-bandit jelek! Cobalah tangkap kami kalau kau bisa!!"
Ucapannya membuat para bandit meradang
"Dasar gadis sombong,habisi mereka!!!"
Perintah dari ketua bandit yang badannya paling besar.
Mereka berlima mengeroyok violet dan pangeran.beruntung karna violet dan Pangeran sama2 pandai ilmu bela diri.
Violet sesungguhnya bukan gadis yang lemah, ia selalu bersungguh-sungguh dengan pelajaran di sekolahnya dulu.
Termasuk saat ada ekskul beladiri, ia selalu belajar dengan keras.
Sayangnya ilmu beladiri itu tak pernah ia tunjukkan saat orangtuanya menyiksa violet, violet tetap menyayangi orangtua yang telah merawatnya dan memilih pasrah saat di siksa.
saat para bandit hampir kalah, salah satu dari mereka mengeluarkan pisau dan hendak melukai pangeran.
Dengan cepat violet melindungi pangeran, tapi karna kurang Hati-hati, pisau itu malah melukai dirinya .
Darah mengucur dari kaki yang terkena tusukan pisau si bandit,sakitnya yg berlipat ganda membuat violet jatuh berlutut
Pangeran yang melihat violet terluka pun akhirnya mengamuk.
"Beraninya kalian melukai wanitaku"
Pandangannya berubah dingin dan menusuk. Ia menghajar sendiri para bandit itu tanpa ampun.
Kelima bandit pun berhasil di lumpuhkannya.
Ia lalu membawa violet ke tempat yang lebih aman.
Setelah mendudukan nya di sebuah bangku, dengan sigap Ia menghentikan darah yang keluar dengan saputangan kerajaan yang selalu di bawanya.
"Kau tunggu disini, aku akan meminjam kereta kuda"
Violet mengangguk lemah.
Keringat dingin mengucur di tubuhnya, rasanya begitu menyakitkan. energinya juga terus keluar guna menahan rasa sakit.
Violet memejamkan matanya karna lemas, di saat itulah Draco lagi-lagi datang menolong violet.
Ia hendak pergi setelah memberikan darahnya.
Violet yang tak benar-benar pingsan mencegah Draco pergi dengan menarik tangannya.
"Draco??? "