pangeran jatuh cinta

885 Words
Draco tak menjawab dan melepaskan pegangan violet di tangannya, ia segera pergi karna pangeran datang mendekat. Berkat pertolongannya,rasa sakit yang di rasakan violet berangsur-angsur menghilang,hanya meninggalkan lemas karna energinya yang banyak terkuras. "Aku sudah mendapatkan pinjaman kereta kuda. Ayo kita pulang ke istana! " Ujar sang pangeran yang hendak menggendong violet "Aku baik-baik saja louis" "Kau terluka,bagaimana mungkin kau baik-baik saja??" Violet lalu membuka saputangan yang membalut kakinya. "Lukamu.... Menghilang? " Lukanya sembuh sangat cepat hanya menyisakan noda darah dan robekan akibat tusukan di celananya "Bagaimana mungkin?? " Awalnya Violet kesulitan menjawab pertanyaannya. Namun ia berusaha meyakinkan pangeran bahwa ia adalah peri yang mudah sembuh ketika sakit. Ia tak mau sang pangeran mengetahui tentang Draco dan membahayakan vampir baik itu. Violet berusaha menahan pangeran disana karna pengawal akan datang menjemput. dan yang lebih penting lagi.... Ia harus memastikan bahwa pangeran menyukainya "Walaupun lukamu sudah sembuh, kau tetap harus di periksa oleh dokter di istana" Pangeran sangat khawatir melihat keadaan violet, tubuhnya gemetar.violet mencoba menenangkan pangeran yang terlihat takut dengan menggenggam tangan pangeran yang sedang berdiri. "Louis tenanglah, aku sungguh baik-baik saja sekarang" Pangeran kini duduk di samping violet, Ia sempat menghela nafas sebelum berbicara "Kau mengingatkan ku pada seseorang yang sangat kusayangi, ia mengorbankan nyawanya demi menyelamatkan aku.aku takut hal itu terjadi lagi" Violet tersenyum mendengar alasannya, ia lalu mengusap punggung sang pangeran yang sedang kalut itu. "Sebagai calon raja negri ini, kau seharusnya lebih tangguh Louis... Dia yang mengorbankan dirinya demi menyelamatkan mu adalah hal yang seharusnya dilakukan, karna banyak rakyat yang bergantung padamu" Sang pangeran lalu menatap violet dengan serius "Jangan pernah terluka tanpa seizin ku lagi,nona" Violet tersenyum jahil, ia berfikir tak mungkin bila dalam kencannya yang hanya sehari membuat pangeran jatuh cinta padanya. tapi ia harus memastikan.. "Apakah aku kini menjadi seseorang yang kau sayangi juga Louis....?? " Pertanyaan violet membuat wajah sang pangeran memerah karna malu dan violet justru menikmati tingkah malu-malu sang pangeran muda itu.ia menertawakan wajah putih nya yang kini mirip buah tomat. Violet tertawa hingga membuat sang pangeran kesal, Sang pangeran yang tidak Terima kini ingin mengerjai violet juga. Tanpa mengatakan aapapun sebelumnya, pangeran mengangkat tubuh violet naik ke pangkuannya membuat jarak keduanya menjadi sangat dekat, violet bahkan bisa mendengar desah nafas sang pangeran. Dengan gugup violet bertanya "Apa yang kau lakukan Louis?" Sang pangeran menunjukan kemarahan di wajahnya, ia berdecak kesal dengan pertanyaan violet "Apa yang kulakukan? Harusnya aku yang bertanya, kenapa kau berani melakukan semua ini kepada seorang putra mahkota? " Violet masih tak menyadari apa kesalahannya, sedangkan pangeran tak melepaskan tatapannya sedikitpun pada violet "kau berani memanggil namaku, membawaku kemari tanpa pengawal dan pelayan lalu memaksaku menaiki permainan berbahaya hingga membuatku menjerit ketakutan. Yang terakhir bahkan lebih parah karna berani membahayakan nyawaku di hadapan para bandit. Kau masih tak sadar apa kesalahan mu???" Violet akhirnya menyadari kesalahannya dan menganggap wajar bagaimana pangeran menjadi marah, terlebih ia berani menggoda pangeran dan menertawai nya. Violet menunduk menyesali perbuatannya. Violet berkata lirih "Maafkan aku yang mulia" Ia tak berani menatap mata sang pangeran, sedangkan pangeran berusaha menahan senyum karna berhasil mengerjai violet,wajah violet terlihat pucat karna takut dengan yang terjadi selanjutnya "Karna kau bersalah kau harus di hukum.apa kau bersedia menerima hukumannya? " Violet mengangguk pasrah dengan hukuman apapun yang di berikan pangeran. "Tutup matamu! " Perintah sang pangeran. Violet menuruti perintahnya dan memejamkan mata. Ia berfikir, mungkinkah sang pangeran akan menamparnya??? Perasaannya benar-benar kalut tapi ia tak dapat menghindar sebab kesalahannya. Sang pangeran menatap lembut wajah cantik violet sebelum akhirnya mencium bibirnya. membuat violet terkejut dan membuka matanya, ia menatap pangeran tak percaya "Aku menyukaimu violet" Bisik pangeran louis ia tak menyangka bahwa pangeran menghukumnya seperti itu "Tapi aku bersalah.. " "Ya...tapi aku menyukai semua hal yang kau lakukan untukku" Violet yang canggung segera turun dari pangkuannya. Dari sana ia yakin telah berhasil memikat hati Sang pangeran. Tepat di tengah malam orion datang menjemput .ia datang bersama para pengawal istana. Sebelum berpisah, pangeran berkata lirih "Hari ini aku merasa sangat bahagia, Kuharap ada kencan-kencan lain setelah ini nona violet" Ia lalu mengecup lembut tangan violet sebelum pergi. hati orion terbakar melihat pemandangan itu. **** Dalam perjalanan pulang, orion diam tak mengatakan apapun pada violet, ia bahkan tak menanyakan bagaimana keadaan nya. membuat violet kembali merasa bersalah,Rasanya seperti ketahuan berselingkuh dari orion.Ia bahkan hanya mengantar violet sampai halaman rumahnya dan membiarkan pelayan yang mengurusnya. Violet lalu menahan kepergian nya dengan memeluk orion dari belakang, dengan lirih ia bertanya pada violet. "Ada apa? " "Apa kau marah padaku??" "Aku tidak marah" Jawab orion ketus. Ia lalu berbalik menatap violet yang terlihat melemah . Sambil membelai wajah lembutnya, orion berkata "seharian ini aku terus memikirkan mu. Memikirkan apa saja yang kau lakukan bersama pangeran? Dan khawatir hal buruk menimpamu saat aku tak bersamamu" Violet tersenyum bahagia mendengar pengakuannya, karna iapun memiliki perasaan yang sama. dengan perasaan penuh cinta Ia mencium tangan orion yang menyentuh wajahnya. "Aku merindukanmu orion" Orion terkejut senang mendengar ucapan violet, karna ia yang lebih merindukannya, rasanya bahkan hampir gila memikirkan apa saja yang di lakukan violet bersama Pangeran di taman Ria tadi. Iapun meraih wajah violet dan mencium bibirnya dengan penuh kerinduan, menyiratkan bahwa ia lebih merindukannya. Lonjakan energi kembali terjadi dalam tubuh violet karna ciuman panas itu. Seolah tak sanggup menahan kerinduan, violet tiba-tiba bertanya "Bolehlah aku menginap di rumahmu malam ini Orion...? "
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD