Sang pangeran menatap violet dengan penuh cinta
"Aku merindukanmu nona... Padahal kita baru bertemu kemarin"
Hanya ada mereka berdua disana karna keluarga violet segera menyingkir sejak pangeran memeluknya.
"Kedatanganku kemari karna aku berniat menjadikan dirimu sebagai selirku"
Violet tersenyum bangga karna dirinya berhasil membuat pangeran jatuh cinta hingga memintanya menjadi selir.
Namun ia teringat bahwa misi lainnya adalah membantu pangeran mengurus kerajaan,sebagai selir misinya akan sulit untuk di lakukan.
Violet pun berfikir bahwa ia seharusnya menjadi ratu.
"Terimakasih karna memilihku sebagai selirmu louis, tapi aku menginginkan posisi ratu"
Bak di sambar petir di siang bolong, Sang pangeran terkejut mendengar jawabannya.
Bukan menolak atau menerima,violet justru menginginkan posisi tertinggi di Kerajaan itu.
Ekspresi nya kini berubah menjadi bingung. Sempat berfikir sebentar,pangeran kemudian menunduk sedih dan tersenyum mengejek menatap violet.
"Kupikir kau berbeda dari gadis-gadis yang ku kenal selama ini, ternyata kau sama saja"
"Apa maksudmu louis...? "
Sang pangeran mencengkram bahunya dengan keras sedangkan violet berusaha menahan sakitnya.
Matanya menatap violet dengan tatapan sedih dan marah
"Kupikir kau menyukaiku tanpa melihat status dan kekayaanku. Ternyata kau sama dengan mereka"
violet menjawab seraya menahan sakit di kedua bahunya
"Kalau bukan karna statusmu, apalagi yang bisa kulihat darimu??"
Pangeran semakin tak mengerti dengan violet yang di temui nya hari ini,
Sifatnya sangat berbeda dari violet yang di temui nya kemarin.
Violet yang sebelumnya bisa membuat pangeran jatuh cinta,kini berubah kembali menjadi violet yang sangat ia benci dan mengganggu.
"Kurasa kau sedang kehilangan akal!!"
Pangeran menggeleng
"Tidak.kurasa akalku yang sudah hilang karna percaya bahwa kau berbeda.
Aku akhirnya tahu alasan sikapmu berubah!! "
Sang pangeran melepaskan violet yang langsung jatuh terduduk dan pergi begitu saja.
Meninggalkan rasa sakit di kedua bahunya Dan perasaan bingung di hati violet yang kosong.
Ia berfikir
"Aku yakin kemarin ia sangat menyukaiku, kenapa ia marah hanya karna aku menginginkan posisi ratu??? "
***
Seharian violet menghabiskan waktunya dengan berbaring di tempat tidur.kini jangankan pergi ke hutan, ia bahkan tak mampu turun menemui keluarganya untuk makan malam bersama.
Ia butuh asupan energi dari orion, sayangnya ia tak melihatnya sama sekali semenjak kedatangan pangeran kerumahnya.
Lily Sang pelayan juga terlihat hanya bicara seperlunya pada violet, padahal biasanya ia banyak bercerita.
"Ini makan malam anda, nona"
Ujar lily setelah meletakkan makanan di meja samping tempat tidur violet.
"Kenapa hari ini kau sangat pendiam lily, apa kau marah padaku? "
"Saya tidak marah nona, saya diam karna khawatir rahasia anda sebagai peri akan terbongkar.
Saya sangat senang karna ternyata orang yang saya layani adalah seseorang yang luar biasa"
Violet menarik nafas lega karna lily tidak marah padanya
"Kau berlebihan, aku tidak sehebat itu"
"Oh ya lily,apa kau tahu kemana orion? Sejak pangeran datang, ia sama sekali tidak kelihatan"
Wajah lily yang semula ceria kini berubah menjadi kecewa
"Tuan orion dan guru miguel langsung pergi saat melihat pangeran memeluk nona.
Wajah Keduanya terlihat sangat kecewa"
"Kecewa???atas alasan apa?? "
"Sepertinya mereka menyukai nona, jadi mereka cemburu"
Violet yang kini hatinya kosong semakin tak mengerti dengan pendapat lily.
Terlebih lagi orion yang sebelumnya telah berjanji akan membantunya kembali ke dunia tempatnya tinggal.
"Jadi dari ketiganya siapa yang anda cintai nona? "
Tanya lily yang kembali banyak bicara,
Ia bertopang dagu dan kedua alisnya naik turun tanda penasaran.
"Aku tidak tahu lily, di sukai oleh tiga orang pria terasa merepotkan"
Lily tiba-tiba tertawa kecil.
"Kenapa kau tertawa? "
"Tidak apa nona, saya tiba-tiba teringat bagaimana repotnya anda saat berusaha mendapatkan perhatian dari ketiga pria tampan itu.
Sekarang anda malah kerepotan saat ketiganya menyukai anda"
Violet hanya menanggapi nya dengan tersenyum kecil
***
malam semakin larut dan orion masih juga belum datang. Ia tak tahu bahwa kecemburuannya akan segera berubah menjadi penyesalan.
Tepat saat violet mulai memejamkan matanya untuk tidur, sebuah benda yang tajam dan dingin menyentuh lehernya dan membuat nya kembali terjaga.
seorang pria berbisik dengan nada mengancam seraya menodongkan sebuah pisau ke leher violet
"Jangan berteriak atau kau akan kehilangan leher indahmu! "
Dengan sisa-sisa tenaganya, violet berusaha melawan. Mungkin ia tak sekuat pria itu, namun dengan kecerdikannya ia berhasil membalikkan keadaan.
Pisau Sang pria berhasil di rebut oleh violet dan kini di acungkan kepadanya.
di dalam kegelapan malam dan lampu kamar yang tidak menyala, violet kesulitan mengenali siapa pria misterius itu.
"Siapa kau dan apa maumu?!!!!"
Walaupun takut ia memberanikan diri berteriak demi menggeretak Sang pria.
Ia juga berharap dengan teriakannya bisa membangunkan keluarga nya yang tertidur lelap.
Bukannya menjawab , Sang pria justru menyunggingkan senyum di sudut bibirnya.
"Sepertinya Aku salah karna telah meremehkanmu nona"
Sang pria lalu melemparkan serbuk aneh pada violet dan membuatnya pingsan.
Violet menghilang dari keluarganya di malam itu.