putra mahkota yang asli

993 Words
Cahaya mentari yang meyilaukan membangunkan violet dari pingsannya, Tubuhnya terasa sangat lelah setelah pertarungan sengitnya dengan sang penculik tadi malam.Ia pun menyadari tubuhnya terikat di sebuah pohon besar. Di hadapannya terbentang sebuah danau yang luas dengan pemandangan indah,membuat dirinya yakin bahwa ia telah mati dan berada di surga.namun violet tersadarkan saat melihat sang penculik sedang sibuk mengasah pedangnya. ia masih hidup!! Sang penculik bertubuh tinggi dan terlihat tampan meskipun setengah dari wajahnya tertutup topeng, ia juga memakai pakaian dari istana. Siapa dia??? Violet merasa penasaran tapi Tenggorokannya terasa kering, memaksanya untuk meminta minum tanpa memperdulikan siapa penculiknya. "Air.... air... " Ucap violet lirih... Sang penculik nampak berhenti sejenak mendengar permohonan violet, tapi tak memperdulikan nya dan melanjutkan mengasah pedang Hingga violetpun kembali pingsan. Ia kemudian menghampiri violet dan memeriksa denyut nadi di lehernya,di rasakannya bahwa violet sangat lemah,wajah putihnya kelihatan pucat dan bibirnya terlihat kering karna kehausan. Aneh sekali??? Sang penculik ingat betul bagaimana tangguhnya wanita yang melawannya tadi malam.Padahal efek dari serbuk yang di lemparkannya hanya akan membuatnya pingsan. Karna yakin violet tak lagi berbahaya, ia pun melepaskan ikatannya dan memberinya air minum. Sempat tersedak karna minum saat sedang pingsan, violet tersadarkan dan meminum air yang di berikan penculik banyak-banyak. Kesadarannya kembali dan rasa kering di tenggorokan nya telah hilang, namun tak menghilangkan lelah di tubuhnya. sang penculik lalu melanjutkan pekerjaannya sedangkan violet memperhatikan pria di hadapannya. Penculik itu sangat mirip dengan pangeran louis,Membuatnya ingat bahwa pangeran louis pernah kehilangan seseorang. "Tenang saja,akan ku pastikan kau langsung mati dalam sekali tebasan pedang" Ujar sang penculik masih sambil mengasah pedangnya. Violet tak mengatakan apapun, membuat sang penculik penasaran dengan reaksinya, ia berhenti mengasah dan melihat violet di hadapannya. Dilihatnya violet yang sedang tersenyum Membuat sang penculik heran. "Kau tidak takut??" Violet menggeleng "Mungkin karna Ini bukan pertama kalinya saya menghadapi kematian." "Kenapa kau menghentikan pernikahan dua kerajaan? " Mendengar pertanyaan dari sang penculik membuatnya ingat dengan permintaannya pada pangeran louis, untuk menjadikannya seorang Ratu. Sang penculik mungkin sudah mengintainya sejak kedatangan pangeran. "Saya melakukannya karna sedang berusaha menghindari kematian" Sang penculik pun berfikir. "Apakah ia sedang di ancam oleh seseorang? " Violet kemudian tertawa geli setelah mengatakan alasannya, membuat sang penculik mengira bahwa wanita yang di tangkap nya telah gila. Violet merasa lucu karna ia selalu menemui kematian saat menghindari kematian itu sendiri. Sang penculik pun melanjutkan niatnya. tubuh violet yang lemah kembali di ikat,ia siap menebas tubuhnya kapan saja. sedangkan violet yang tak berdaya hanya bisa pasrah sambil menatap mata sang penculik. "Karna kesalahanmu, hari ini kau akan kubunuh sebagai pemberontak. Sebelum mati, katakanlah permohonanmu!!" Ujar sang penculik sembari menodongkan pedang kearahnya. Tanpa rasa takut sedikitpun violet berkata "Anda sangat mirip dengan louis, Tapi lebih tampan" Sang penculik merasa kesal mendengar nama adiknya di sebut tanpa embel-embel pangeran, tapi juga penasaran dengan hubungan keduanya. dengan marah Iapun menebas tali yang mengikat tubuh violet dan mengurungkan niatnya untuk membunuh. Ia di kalahkan oleh rasa penasarannya. "Kau sungguh tidak tahu sopan santun, nona!!!" Violet tak gentar mendengar bentakannya. sambil tersenyum violet melanjutkan ucapannya. "Louis sangat sedih karna orang yang di sayanginya mati karna menyelamatkannya" Sang penculik lalu duduk di samping violet sambil mengenang adiknya. "Pangeran bodoh itu adalah adikku,sejak kecil ia hanya bersenang-senang. Setelah aku tak ada, ia belajar dengan keras sehingga siap menjadi calon raja yang pantas. Namun hingga sekarang ia masih tak bisa membedakan orang yang tulus membantu nya dengan para penjilat yang hanya mengincar kedudukan" Violet pun akhirnya mengetahui ternyata sang penculik adalah putra mahkota yang asli, iapun mulai menunjukan Kesopanan. "Kenapa anda tidak kembali yang mulia? " Putra mahkota alexander collin pun menceritakan segalanya pada violet, menurutnya toh... Violet akan mati membawa rahasianya. Beberapa tahun sebelumnya terjadi kebakaran besar di istana,pangeran collin sedang beristirahat di kamar bersama pangeran louis saat kejadian itu. besarnya api membuat seluruh penghuni istana berhamburan keluar menyelamatkan diri,tak terkecuali dengan louis dan collin. Namun louis terjatuh karna asap menghalangi jalannya. sang kakak yang berada di belakang louis melihat lampu besar yang berada di atas adiknya hampir jatuh, ia pun segera berlari menyelamatkan adik semata wayangnya itu, sehingga ialah yang terluka dan jatuh pingsan. Beruntung pelayan yang lewat melihat louis dan segera membantunya keluar dari sana,sedangkan pangeran collin ditinggalkan karna di kira telah mati. Ajaibnya pangeran collin berhasil selamat dari kebakaran besar itu.namun di sadarinya,separuh dari wajahnya telah terbakar. Menurutnya, seorang calon raja harus memiliki fisik yang sempurna,Kini ia yang cacat tidak lagi pantas menjadi raja. Ia pun memilih untuk tak kembali ke istana. hanya memperhatikan dan membantu dari jauh. Termasuk diam-diam menumpas para pemberontak dan siapapun yang akan menghancurkan kerajaan. "Maaf yang mulia. karna keegoisan saya, hampir saja menghancurkan kerajaan ini" Ujar violet setelah mendengar kisahnya. "Tak apa. Toh pada akhirnya aku tetap akan menghukummu" Pangeran collin bangun dan kembali melanjutkan niatnya..... Membunuh violet. Violet kini merasakan tubuhnya dingin dan kesulitan bernafas, sepertinya kali ini ia tak bisa lagi menghindari kematian. Tubuhnya jatuh terkulai sebelum putra mahkota menebas tubuhnya. Iapun merasa iba dan meraih tubuh lemah violet uang terkulai di tanah. "Sepertinya aku akan menunda hukumanmu. Biar ku bawa kau pulang" Ujarnya seraya hendak menggendong violet,namun Violet menghentikan niatnya. "Tak perlu repot yang mulia, aku bisa merasakan kali ini aku hampir menjumpai ajalku" Sang pangeranpun hanya bisa terdiam menemani violet yang terkulai lemah dalam pelukannya di detik-detik terakhir . "Sayang sekali saya tak sempat meminta maaf pada adik anda" "Aku akan menyampaikannya nona" Ia mencoba menghibur violet, janjinya membuat violet tersenyum getir. "Bolehkah saya meminta hal lain, yang mulia? " "Katakanlah, nona " "Setelah saya mati, tinggalkan tubuh saya di tempat indah ini." "Tapi keluargamu.... " "Saya mohon..." Sang pangeran terpaksa mengangguk. "Dan tolong kembalilah pada tahta yang seharusnya anda tempati,yang mulia.. " "Tapi aku tak bisa... " "Saya mohon.. " Dengan menghela nafas Sang pangeran kembali mengiyakan permohonan sulitnya. "Terakhir...sebutkanlah hal yang paling anda inginkan!" Sempat tak mengerti dengan permintaan terakhirnya,namun sang putra mahkota segera menuruti maunya. "Kumohon, kembalikan wajahku seperti semula" Dengan sisa nafasnya violet menjawab permohonannya "Aku mengabulkannya" Violetpun kini tak bergerak lagi
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD