mulai serakah

1208 Words
Violet terbangun kembali di kamarnya yang besar dan indah setelah 3 hari pingsan.Nampak ibu, ayah, Orion dan lily pelayannya yang senang melihat violet telah sadar. Dengan sigap lily memanggil dokter keluarganya yang sudah 3 hari menginap dirumah violet.setelah memeriksa keadaan nya dengan seksama, dokter menyatakan bahwa violet sepenuhnya sehat. Seluruh keluarganya menangis haru bergantian memeluk violet karna selama 3 hari mereka diliputi rasa sedih dan takut violet tak dapat membuka matanya lagi. begitupun dengan orion sebagai orang terakhir yang memeluknya,ia tak mengatakan sepatah katapun dan hanya memeluk violet erat-erat. Meskipun ia hanya diam,violet dapat merasakan tubuhnya bergetar karna isak tangisnya. Violet tak menyangka bahwa pria sekuat orion bisa serapuh itu. Ia pun berusaha menenangkannya dengan mengusap punggungnya "Aku baik-baik saja, orion" Setelah merasa lebih tenang, orion meninggalkan violet bersama ibu dan ayahnya. "Bagaimana perasaan mu, nak..? " Tanya sang ayah "Aku merasa sangat lapar... " Perut violet berbunyi dan membuat ibunya tersenyum geli "Biar ibu siapkan" Sang ibu lalu memberikan violet sepiring roti panggang coklat dan segelas s**u seraya berkisah "Selama kau pingsan Orion sama sekali tak beranjak dari sisimu. Ia bahkan tak makan dan tidur dengan benar. " Violet hanya tersenyum mendengar ibunya bercerita seraya menikmati sarapan paginya. Menurutnya pantas bila orion begitu menghawatirkan nya karna Orion telah jatuh cinta padanya. Tidak dengan violet yang hatinya telah kosong. "Siapa sebenarnya yang menculikmu nak...? Orion bilang, ia hanya menemukanmu terbaring sendirian di pinggir danau" Tanya sang ayah menyelidik Violet berkilah, ia tak mungkin memberitahukan bahwa yang menculiknya adalah seorang calon Raja. "Aku... Tidak ingat, ayah... Mungkin karna sudah tiga hari aku pingsan" Dengan cepat violet menghabiskan sarapan paginya namun perutnya masih terasa sangat lapar. Malu-malu ia berbisik pada ibu di sampingnya. "Aku ingin tambah, apakah masih ada rotinya,bu..." Mata sang ibu membelalak heran, biasanya violet tak pernah sekalipun minta tambah dan hanya menghabiskan apapun yang ada di piringnya. "Mungkin karna ia sudah tiga hari tidak makan" Pikir sang ibu Walaupun heran ibu tetap memberikannya tambahan roti hingga violet kenyang,Totalnya sudah lima lapis roti panggang ia habiskan. Violet merasa lebih bertenaga setelah makan banyak,seolah-olah energi yang telah di ambil alice telah di kembalikan padanya. Setelah bersiap-siap violet mencari Orion untuk mengajaknya pergi menuju pohon apel. kali ini ia sangat yakin telah menyelesaikan misi ke empatnya dengan benar, yaitu membantu mengurus kerajaan dengan mengembalikan pangeran Collin ke tahtanya dan membuat adiknya jatuh cinta padanya???. Pelayan bilang Orion sedang tertidur di bangku taman rumahnya dan benar saja Orion terlihat duduk melipat tangan di dadanya sambil tertidur. Pelan-pelan violet mendekat dan duduk di sampingnya.ia ingat dengan cerita ibunya bahwa Orion tidak tidur nyenyak selama tiga hari ia pingsan, kepalanya terlihat mengangguk-angguk karna mengantuk. Violet yang merasa kasihan pelan-pelan membawa kepala Orion untuk bersandar di pundaknya, ternyata hal itu justru membangunkan nya. Ia membuka matanya yang terlihat masih mengantuk dan tersenyum setelah melihat orang yang membangunkannya. "Biarkan aku tidur sebentar lagi, violet" Pinta Orion. kemudian tanpa canggung ia meletakkan kepalanya di atas pangkuan violet membuat ia yang justru merasa canggung dengan perlakuan Orion, Tapi violet tak dapat menolaknya. Kali ini Orion terlihat lebih nyenyak, ia bahkan tak sadar bahwa selama tidur violet terus memandang wajah pria tampan yang mirip dengan taylor lautney itu. Alisnya tebal, matanya yang terpejam bila terbuka memperlihatkan irish berwarna safir, hidungnya mancung dan bibirnya... Violet ingat bagaimana betapa lembut dan manisnya bibir itu. sekalipun ia sering berciuman dengannya, tak dapat di pungkiri caranya yang lembut membuatnya menginginkan bibir itu lagi dan lagi. Tanpa sadar rasa kagumnya membuat violet membelai wajah indah Orion, ia membelai alis, hidung hingga ke bibirnya. Tiba-tiba saja Orion membuka matanya dan menangkap tangan violet yang sedang membelainya, membuat violet terkejut. Orion lalu duduk sambil menahan tangan violet, ia menatap violet dengan wajah yang serius. Ia mengira Orion akan memarahinya karna telah membuatnya terbangun. "Maaf Orion" Ucap violet sembari menarik tangannya yang masih di tahan Orion. Orion tak ingin melepaskan orang yang mengganggunya begitu saja. "Sebenarnya Apa arti diriku untukmu violet? " Violet terkesiap mendengar pertanyaannya, ia telah salah sangka. Dalam kesempatan itu Orion justru ingin memastikan perasaan violet padanya. Daripada memberikannya jawaban mengecewakan, Violet memilih diam untuk memutar otak. Pikirnya, sedikit menjahili Orion takkan jadi masalah,Toh Energinya yang banyak harus di salurkan... "Bagiku Kau adalah seseorang yang luar biasa Orion,wanita manapun yang melihatmu pasti langsung jatuh cinta padamu. Akulah yang seharusnya bertanya padamu" "Bertanya apa? " "apa Kau sungguh tak memiliki gangguan penglihatan?? Hingga jatuh cinta pada wanita jelek seperti ku" "Wanita jelek??? " Orion tak mengerti dengan jawaban yang diberikan violet. Ia lalu memasang wajah terkonyolnya untuk meledek Orion dan berlari, memaksa Orion untuk mengejarnya. Keduanya pun saling berkejaran. violet yang berusaha menghindari Orion tak memperhatikan jalannya hingga terjatuh,namun anehnya ia tak merasakan sakit yang amat sangat seperti sebelumnya. Orion yang khawatir melihat keadaan violet bermaksud untuk menolongnya, tapi dengan cepat violet bangun dan kembali berlari sambil tertawa. Violet yang merasa dirinya sudah tak di kejar memperlambat langkahnya, ia lalu menoleh dan tak melihat sosok Orion. Ia tak tahu ternyata Orion telah berada dibelakangnya bersiap untuk menangkapnya dari belakang. "Hap! " "Aku tertangkap" Ujar violet kecewa. Masih sambil memeluknya dari belakang, Orion berbisik "Kau mengejutkan ku nona, kupikir kau hanya gadis pemalu yang polos. Ternyata kau bisa berbuat jahil juga. " "Sekarang aku baik-baik saja, Orion" "Hm...? " Violet berbalik menatapnya dengan mata berbinar "Sebelumnya aku sangat mudah kelelahan dan sakit karna energiku yang di ambil Alice, sekarang aku sangat bertenaga. Aku bahkan menghabiskan 5 lapis roti coklat dan merasakan energiku bertambah karenanya" Violet lalu mengangkat roknya memperlihatkan lututnya yang lecet karna sempat terjatuh tadi. "Lihat ini, Orion. Walaupun jatuh, Aku tak merasakan sakit yang teramat sangat seperti sebelumnya, Aku sungguh baik-baik saja sekarang" Orion berfikir, itu pasti karna sekarang violet adalah setengah vampir, hingga memiliki energi yang besar. Namun ia belum memberitahunya karna khawatir violet akan datang menolong draco yang kini telah sepenuhnya menjadi vampir. Violet tiba-tiba memegang kedua tangan Orion sambil menatap matanya "Kau mencintaiku kan, Orion? " Violet bertanya dengan sedikit memaksa "I-iya? " "Berarti kau suka kalau aku tetap berada disini kan? " "Hah??? " "Kau juga sebelumnya bilang, kalau ayah dan ibu menyukai keberadaanku kan? " "Itu... Benar" Jawab Orion ragu-ragu "Kalau begitu, aku memutuskan untuk tinggal disini selamanya" Kesimpulan yang di ambil violet mengejutkan Orion. Bukannya tak senang, hanya saja... Apakah itu keputusan yang tepat??? "Aku tidak yakin keputusan mu benar, violet" Violet yang mendengar pendapatnya kemudian melepaskan tangan Orion kasar "Sudah kuduga, pria tampan seperti mu tak mungkin hanya menyukai aku. Pasti banyak perempuan lain yang kau sukai" "Perempuan lain?? " Orion heran dengan persangkaannya, karna ia hanya menghabiskan waktunya bersama violet. "Aku ga peduli dengan pendapatmu,aku akan menghabiskan sisa hidupku disini, toh aku tak butuh energi darimu lagi" Violet yang kesal kemudian meninggalkan Orion sendiri di taman. Kata-kata terakhirnya menyakiti Orion, selama ini violet ternyata hanya menganggap dirinya sebagai alat untuk mengisi energinya. Ia hanya mendapatkan tambahan energi karna telah menjadi setengah vampir, tapi malah berubah menjadi seseorang yang egois dan serakah. Dulu ia merasa harus segera kembali kedunianya karna mudah sekali merasakan sakit dan mati. Tapi kini ia baik-baik saja dan merasa muak mengingat penderitaan nya di dunia asalnya, sehingga memilih dreamyland sebagai dunianya sekarang. "Tunggu sampai kau tau kebenarannya, violet. Darimana sebenarnya kau mendapatkan energi besar itu, dan makhluk apa dirimu sekarang" Gumam Orion
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD