Bab 24 : Menjadi Nyonya Daffin Faaz.

1810 Words

Bulu mata lentik itu bergerak lambat, lalu dengan perlahan kedua kelopak mata itu terbuka, menampilkan manik mata yang sangat indah, berwarna hitam legam. Hal yang pertama mata itu lihat adalah ke arah kaca jendela, karena kaca jendela yang begitu besar terpampang di depannya. Menamplikan bagaimana suasana langit pagi Jakarta, matahari mulai terbit dari arah timur, sinar pertama begitu hangat terasa. Setelahnya, Ia menoleh ke arah samping tempat di mana Safira tidur. Ternyata kosong dan masih dalam keadaan rapi. Kemudian, matanya menyapu keseluruh ruangan untuk memastikan semalam Daffin tidur di mana jika tidak di atas ranjang yang sama dengan Safira. Safira mencari keberadaan sosok suaminya Daffin. Tapi, hanya ada bekas satu bantal di atas sofabad. Apakah Daffin tidur di sana? Batin S

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD